Buntut Kasus Bripka CS, Jenderal Listyo Larang Anggotanya Mabuk dan Masuk THM

Jumat, 26 Februari 2021 16:59

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. (Humas Polri)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Kasus penembakan Bripka CS membuat Polri memperketat pengawasan jajarannya di lapangan. Polisi dilarang pergi ke kafe atau tempat hiburan malam (THM) dan minum minuman keras (miras).

Karo Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono memastikan akan melakukan tindakan tegas tehadap anggota polisi yang melanggar larangan tersebut.

“Ada mekanisme pengawasan internal Polri, yaitu melalui inspektorat dan propam. Jika ada perilaku anggota yang melanggar ketentuan, maka propam akan melakukan tindakan terhadap anggota yang melanggar,” kata Rusdi saat dikonfirmasi, Jumat (26/02/2021).

Selanjutnya, Rusdi meminta kepada masyarakat, jika ada yang menemukan anggota polisi sedang mabuk di tempat hiburan agar segera melaporkannya.

“Melapor, kemudian ditindak lanjuti laporan tersebut. Dan mekanisme berikutnya anggota propam turun ke lapangan memantau perilaku anggota di lapangan,” terang Rusdi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya telah melaunching Aplikasi Pengaduan Masyarakat (Dumas) Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

Aplikasi tersebut, dapat digunakan masyarakat untuk memberi aduan.

Diketahui, kasus penembakan yang dilakukan Bripka CS, terjadi di kafe RM Cengkareng pada Kamis (25/02/2021) dini hari. Bripka CS melakukan aksinya dalam keadaan mabuk, alhasil menewaskan 3 orang dan 1 orang terkena luka tembak.(mg3/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI