Oknum Polisi Mabuk Tewaskan TNI, Kapolda Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 26 Februari 2021 17:56

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran saat memberikan keterangan kasus penembakan anggota kepolisian di Polda Metro, Jakarta, Kamis (25/02). .FOTO : Issak Ramdhani / Fajar Indonesia Network

“Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun,” bunyi pasal 338 KUHP.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menambahkan kasus penembakan dilakukan Bripka CS dalam kondisi mabuk.

“Dalam kondisi mabuk tersangka CS mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan terhadap empat orang di kafe, tiga meninggal dunia di tempat dan satu selamat,” katanya.

Dijelaskan Yusri, kasus berawal saat Bripka CS datang ke Kafe RM yang berlokasi di Cengkareng, Jakarta Barat pukul 02.00 WIB. Dia mengonsumsi minuman beralkohol hingga mabuk.

Kemudian sekitar pukul 04.00 WIB, ketika kafe akan tutup dan tersangka hendak melakukan pembayaran, terjadi cekcok antara Bripka CS dan pegawai kafe.

Tersangka yang masih dalam kondisi mabuk akibat minuman beralkohol kemudian mengeluarkan senjata api dan menembak empat orang hingga menyebabkan tiga orang meninggal dunia di tempat.

Salah satu korbannya adalah seorang anggota Kostrad TNI AD yang berinisial S dan dua korban tewas lainnya adalah pegawai berinisial FSS dan M. Sedangkan satu korban selamat yang dirawat di rumah sakit berinisial H.

Bagikan berita ini:
1
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar