Tentang Umat Islam di Turki

Jumat, 26 Februari 2021 18:16

Dokumentasi Nur Alim Djalil.

Lantas yang hampir setengahnya bagaimana?

Saya teringat ketika di depan Masjid Biru, seorang yang memandu rombongan wisatawan asal Malaysia, menyampaikan untuk salat di Hagia Sophia.

Seorang bertanya kepada si pemandu berkebangsaan Turki tersebut yang sudah lancar berbahasa Melayu, “Kamu ikut salat kan?” Si pemandu itu menggeleng kemudian menjawab, “Tidak. Salat saya hanya hari Jumat.”

Teringat cerita si Biru mengenai teman asramanya yang orang Turki. Si Biru dianggap aneh setiap salat pada waktu salat. Teman asramanya itu jarang salat. Dalam sehari, dua hari, dia tidak salat. Namun sekali salat, salatnya banyak rakaat dengan gerakan cepat.

Pemandangan ketika keluar dari stasiun bawah tanah Taksim, di pelataran luas yang menjadi maskot Taksim, mata saya menangkap sepasang pria yang berpelukan dan – maaf — bercium di tengah keramaian, padahal banyak petugas yang berdiri di sekitar situ yang mengawasi pemberlakuan pembatasan sosial.

Serangkaian kenyataan tersebut, sepertinya menyawab survei Konda itu. Oh, begini ternyata keadaan generasi muda di Turki sekarang. Ini tentu menjadi tantangan besar pemerintahan Turki sekarang.

Bagikan berita ini:
2
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar