Tentang Umat Islam di Turki

Jumat, 26 Februari 2021 18:16
Tentang Umat Islam di Turki

Dokumentasi Nur Alim Djalil.

Dalam pergaulan sosial, orang Turki sangat santun, sopan, dan selalu bersedia menolong. Misalnya, ketika perjalanan pulang ke bandara, si sopir bertanya bahwa apakah lembaran Swab kami sudah difotokopi? Kami menjawab belum karena berpikir hasil Swab akan diperlihatkan di henpon. Akhirnya si sopir berusaha mencari tempat fotokopi dan menolak untuk dibayar.

Di kawasan Venezea, Kalademiz, saya berkenalan dengan Ariff, seorang penjaga toko kemudian kami saling follow Instagram. Dia bertanya apakah saya berasal dari Indonesia? Saya menjawab, iya. Matanya seketika berbinar.

Dia bertanya bagaimana Islam di Indonesia? Saya menjawab, kebebasan beragamanya sangat baik. Dia bertanya lagi, bagaimana dengan aliran-aliran di Indonesia, apakah ada pertentangan? Saya menjawab, bila aliran itu tetap berdasarkan Al-qur’an dan sunnah, semuanya berjalan dengan baik. Ariff mengangkat kedua tangannya, mengusap wajah, kemudian mengucapkan hamdallah.

Usai salat zuhur-ashar di masjid bandara Keyseri menunggu penerbangan ke Istanbul, sang imam masjid sesekali memandangi saya. Setelah menyesaikan zikir dan doanya, dia kemudian melambaikan tangannya, mengajak masuk ke biliknya.

Bagikan berita ini:
4
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar