Pertumbuhan Kredit Kontraksi, OJK Ajak Bank dan Fintech Kolaborasi Channeling

Sabtu, 27 Februari 2021 19:41

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (IST)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Maraknya perusahaan financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending di Indonesia, mengharuskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengoptimalkan bentuk pengawasan dan pengaturan dalam pemberian dana oleh perbankan di masa pandemi.

Pembiayaan bersama atau Channeling dengan perusahaan fintech, dinilai menumbuhkan gairah ekonomi nasional. Hal itu disampaikan Ketum DPP Ikatan Sarjana Hukum Indonesia (ISHI), Amzulian Rifai dalam forum virtual bersama OJK.

“Kerjasama perbankan dan perusahaan fintech dalam bentuk pembiayaan bersama (Cahnneling) yang tujuannya untuk menggairahkan kembali ekonomi nasional dengan cara memberikan pendanaan kepada pelaku usaha,” jelas Rifai, dikutip dalam siaran YouTube OJK, Senin (27/2/2021).

Lanjut Rifai, selama pandemi, data OJK di akhir tahun 2020 tercatat pertumbuhan kredit perbankan terkontraksi sampai minus 2,41 persen dalam setahun.

Hal ini disebabkan, penyaluran kredit menyusut sejak maret 2020, kondisi berdampak pada laba bersih perbankan nasional sepanjang tahun 2020 yang menyusut sampai 33,8 persen.

Menaktisi hal itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso beranggapan, kecepatan transformasi digital dari fintech P2P dapat didukung dalam bentuk sinergi yang kuat, antara fintech P2P dengan perbankan, sembari melihat data pertumbuhan kredit OJK.

Bagikan berita ini:
6
9
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar