Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Terjaring OTT, Rudy Djamaluddin Tinggalkan Kediaman Sejak Pagi

Sabtu, 27 Februari 2021 18:56

Kediaman Kepala DInas PUTR, Rudy Djamaluddin. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kediaman Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel, Rudy Djamaluddin tampak sepi. Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) dini hari tadi.

Rumah yang berada di Kompleks Kantor Gubernur ini hanya dihiasi jejeran mobil. Tanpa sang pemilik. Padahal Sekretaris PUTR, Edy Rahmat terjaring OTT KPK.

Dari keterangan salah seorang pekerja, mengatakan, Rudy meninggalkan rumah sejak pagi tadi. Hingga sore pukul 16.30 WITA belum juga kembali.

“Tidak ada pak, sudah keluar sejak pagi. Belum pulang,” katanya saat ditemui, Sabtu (27/2/2021).

Sebelumnya, Kantor PUTR Sulsel yang berada di Jalan A.P Pettarani disegel. Diduga kuat masih berkaitan dengan OTT KPK yang menjaring lima orang termasuk, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Selain Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, beberapa orang dikabarkan ikut diamankan KPK. Penangkapan ini berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan No : Sprin.Lidik-98/01/10/2020.

Berikut beberapa orang yang diduga turut diamankan Tim KPK:

Agung Sucipto (Kontraktor, 64 Tahun)

Nuryadi (Sopir Pak Agung, 36 Tahun)

Samsul Bahri (Adc Gubernur Sulsel, Polri, 48 Tahun)

Edy Rahmat (Sekdis PU Provinsi Sulawesi Selatan)

Irfandi (Sopir Edy Rahmat)

Adapaun barang bukti yang diamankan oleh Tim KPK yaitu 1 (satu) koper yang berisi uang sebesar Rp1 Milyar yang di amankan di Rumah Makan Nelayan Jl. Ali Malaka, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar. (ikbal/fajar)

Komentar