Soal Penangkapan Nurdin Abdullah, Pakar Hukum: Bisa Saja Disetting

Sabtu, 27 Februari 2021 15:58

Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah pada Jumat (26/02/2021) malam. Penangkapan terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi.

Dalam penangkapan tersebut turut diamankan 1 koper diduga berisi uang Rp1 miliar yang diamankan di Rumah Makan Nelayan Jalan Ali Malaka, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, bersama 5 orang lainnya yakni Agung Sucipto (Kontraktor, 64 Tahun), Nuryadi (Sopir Pak Agung, 36 Tahun), Samsul Bahri (Adc Gubernur Sulsel, Polri, 48 Tahun), Edy Rahmat (Sekdis PU Provinsi Sulawesi Selatan), Irfandi (Sopir Edy Rahmat).

Pakar Hukum Pidana dari Universitas Muslim Indonesia, Prof. Hambali Thalib menilai ada beberapa kejanggalan yang terjadi dalam kasus penangkapan Nurdin Abdullah.

Dia menyebut bisa saja ada indikasi upaya oknum tertentu untuk menjebak Nurdin Abdullah.

Dijelaskannya, bahwa saat ini status Nurdin Abdullah belum bisa diketahui secara pasti, apakah terlibat langsung atas dugaan kasus korupsi atau hanya dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan.

”Ini kita belum tahu pasti, soalnya masih ada dua versi, apakah pak Gub terlibat langsung atau sebagai saksi. Tetapi, menurut jubirnya, pak Gubernur dijemput di rujab. Artinya dia tidak terlibat OTT,” kata Hambali, dihubungi, Sabtu (27/02/2021).

Nah, dalam penangkapan di rumahnya, lanjut Hambali, jangan sampai ada orang yang sengaja memberikan kesaksian untuk membangun framing bahwa Nurdin Abdullah salah.

Bagikan berita ini:
5
8
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar