Tutup Jam 21.00 Wita, Pengelola RM Nelayan Bantah Gubernur Sulsel Terjaring OTT KPK

Sabtu, 27 Februari 2021 18:01

Lokasi OTT KPK yang menyeret nama Gubernur Sulsel.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah tadi malam menghebohkan publik. Apalagi beberapa jam sebelumnya Nurdin Abdullah telah melantik 11 kepala daerah terpilih di Sulsel.

Selain Nurdin Abdullah yang ditangkap, KPK juga menyita uang tunai Rp1 Miliar di tangan ajudan NA yang saat itu berada di Rumah Makan Nelayan, Jalan Ali Malaka, tadi malam.

Dikonfirmasi terpisah, anak dari pengelola RM Nelayan, Johan, 36 tahun membantah jika rumah makan milik keluarganya itu jadi tempat penangkapan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Melainkan hanya staf gubernur saja.

“Tidak ada (OTT KPK terhadap NA). Semua sudah pulang. Tamu pun tidak ada. Saya beres-beres jam 21.00 WITA malam close order 21.30 WITA. Jadi jam 21.00 WITA kalau sudah tidak ada orang, saya beres-beres itu,” kata Johan kepada wartawan.

“Ada sih (yang bertanya ada penangkapan di RM Nelayan). Cuman kalo kabar penangkapan tidak ada. Katanya sih stafnya. Bukan pak nurdin nya,” sambung dia, Sabtu (27/2/2021).

Johan dan seluruh pengelola rumah makan itu sempat kaget saat pertama kali mendengar kabar operasi KPK di rumah makannya itu tadi malam.

“Kaget aja. Pagi-pagi ditelepon sama warga dan teman katanya ada penangkapan sih. Tidak ada sih untuk saya tidak ada,” ujar dia.

Pantauan di rumah makan tersebut pada sore hari tadi, aktifitas masih berjalan seperti biasa. Sejumlah petugas rumah makan juga tampak melayani para pengunjungnya yang datang untuk bersantap.

Tidak ada garis polisi atau aparat terkait yang melakukan penjagaan di sekitar rumah makan yang menjadi lokasi staf NA ditangkap KPK bersama dengan uang tunai Rp1 Miliar tersebut. (ishak/fajar)

Komentar