Anggaran Pemulihan Ekonomi Naik Rp699 Triliun, Ini Sorotan Dewan

Minggu, 28 Februari 2021 16:35

Anggota Komisi VI, Tommy Kurniawan.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi VI DPR RI menyoroti efektivitas penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diusung Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pasalnya, dana PEN 2021 melonjak hingga Rp699,43 triliun yang sebelumnya di tahun 2020 hanya sebesar Rp695,2 triliun.

Lantas, dalam rapat komisi VI DPR RI menilai kecepatan dan ketepatan aliran dana PEN kurang efektif, diperlukan langkah strategis dalam mengevaluasi penyaluran dana PEN di tahun sebelumnya. Terlebih, dampak program terhadap ekonomi mikro selaku ambang batas di masa pandemi Covid-19.

Anggota Komisi VI, Tommy Kurniawan, megeluhkan analisa data efektivitas dana program pemulihan ekonomi yang tidak ada. Dengan demikian, Fraksi Partai Gerindra itu berharap agar analisa data segera diperhatikan pemerintah, sehingga evaluasi strategis dapat dilakukan.

“Analisa data efektivitas terkait penerima dengan penerima itu tidak ada, ini harus dicermati oleh pemerintah. Kalau tidak, dana PEN 2021 akan mengalami hal yang sama, tidak terlalu efektif dalam membuat pertumbuhan ekonomi,” keluhnya, dikutip dalam siaran YouTube DPR RI, Minggu (28/2/2021).

Diketahui sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, membeberkan rincian anggaran dana PEN yang mencapai Rp699,43 triliun fokus terhadap lima bidang yakni kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, insentif usaha, serta dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi.

Fokus terhadap dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi, melalui konferensi pers APBN Kita, dirincikan bahwa dana dalam dukungan tersebut senilai Rp186,81 triliun dengan fokus pada subsidi bunga UMKM Rp31,95 triliun, BPUM Rp17,34 triliun, subsidi IJP Rp8,51 triliun, PMN BUMN, LPEI, dan LPI Rp58,76 triliun, penempatan dana Rp66,99 triliun, serta dukungan lainnya Rp3,27 triliun.

Komentar


VIDEO TERKINI