Anggota Dewas KPK Meninggal, Lili Pintauli Siregar Bilang Bukan karena Covid-19

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Artidjo Alkostar meninggal dunia pada Minggu (28/2). Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar membantah, Artidjo meninggal dunia karena Covid-19.

“Iya saya mau melayat ke sana, walah enggak lah (bukan Covid-19),” kata Lili dikonfirmasi, Minggu (28/2).

Lili menyampaikan, jika Artidjo mengidap Covid-19, pimpinan dan dewas KPK akan diinformasikan. Dia menegaskan, Artidjo meninggal dunia bukan karena terpapar Covid-19.

“Karena kalau Covid tentu diedar di pimpinan. Setiap yang terkena Covid-19,” ujar Lili.

Hal senada juga disampaikan Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris. Dia membantah rekannya, Artidjo Alkostar meninggal dunia karena Covid-19.

“Saya kira tidak benar (terpapar Covid-19),” tegas Haris.

Sebelumnya, anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Artidjo Alkostar dikabarkan meninggal dunia. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam akun media sosial Twitter miliknya.

“Kita ditinggalkan lagi oleh seorang tokoh penegak hukum yg penuh integritras. Mantan hakim agung Artidjo Alkostar yang kini menjabat sebagai salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK telah wafat siang ini, Minggu (28/2/2021) Innalillah wainna ilaihi rajiun. Allahumma ighfir lahu,” ujar Mahfud.

Mahfud menilai, Artidjo merupakan sosok yang berintegritas saat menjadi hakim agung. Bahkan dia kerap memvonis berat para pelaku korupsi. Sebagaimana diketahui, Artidjo Alkostar menjabat sebagai hakim agung selama kurang lebih 18 tahun. Selama mengabdi sebagai hakim agung, Artidjo telah menangani sebanyak 19.708 berkas perkara.

  • Bagikan