Dipecat Junta Militer, Dubes Myanmar untuk PBB Melawan

Minggu, 28 Februari 2021 22:45

uta besar Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun berjanji melawan setelah dipecat junta militer (United Nations TV/Handout via R...

FAJAR.CO.ID, NEW YORK — Utusan Myanmar untuk PBB di New York berjanji akan melawan setelah junta militer memecatnya. Hal itu setelah dia mendesak negara-negara menggunakan segala cara untuk menindak kudeta militer 1 Februari terhadap pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi.

“Saya memutuskan untuk melawan selama saya bisa,” kata Duta Besar Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kyaw Moe Tun kepada Reuters.

Televisi pemerintah Myanmar pada Sabtu mengumumkan bahwa Kyaw Moe Tun telah dipecat karena dinilai oleh militer mengkhianati negara.

Sementara itu, PBB tidak secara resmi mengakui junta militer sebagai pemerintah baru Myanmar karena belum menerima pemberitahuan resmi tentang perubahan apa pun. Dengan demikian, Kyaw Moe Tun tetap menjadi duta besar Myanmar untuk PBB saat ini.

“Kami belum menerima pernyataan apa pun mengenai perubahan perwakilan Myanmar di PBB di New York,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

Utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, pada Jumat (26/2) memperingatkan 193 anggota Majelis Umum PBB agar tidak mengakui atau melegitimasi junta militer Myanmar.

Jika junta militer Myanmar, yang dipimpin oleh Jenderal Min Aung Hlaing, mencoba untuk mendapatkan pengakuan internasional dengan mengirim utusan baru untuk PBB, junta akan memicu pertarungan di badan dunia itu. Dan, dapat berujung dengan pemungutan suara di Majelis Umum PBB.

Komentar