Ditangkap KPK, Begini Sosok NA di Mata Tukang Bentor, Deng Sadi

Minggu, 28 Februari 2021 17:01

Kediaman Nurdin Abdullah di Kompleks Perumahan Dosen (Perdos) Unhas Tamalanrea, Makassar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah (NA) telah ditetapkan menjadi tersangka, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga ikut terlibat tidak pidana suap.

Meski terjerat kasus hukum, Nurdi Abdullah atau yang akrab disapa Prof Nurdin itu ternyata punya cerita tersendiri bagi Deng Sadi, salah seorang pengendara becak motor (Bentor) yang setiap harinya mangkal di dekat kediaman pribadinya, Kompleks Perumahan Dosen (Perdos) Unhas Tamalanrea, Makassar.

Deng Sadi mengaku kenal dengan Prof Nurdin sejak dari tahun 1983 atau 38 tahun yang lalu. Meski tidak begitu akrab, namun di matanya mantan Bupati Bantaeng itu adalah sosok yang baik juga rendah hati.

“Dia (Prof Nurdin) dan keluarganya pindah ke sini sejak tahun 83,” kata Deng Sadi pada Fajar.co.id saat ditemui dekat kediaman pribadi Prof Nurdin, Minggu (28/2/2021).

Selain itu, Deng Sadi mengatakan Prof Nurdin adalah salah seorang yang tidak memandang status sosial seseorang. Mulai dari kalangan menengah ke bawah maupun orang-orang yang memiliki stratifikasi sosial atas.

“Kalau dia lewat, selalu itu dia sapa kita, baek-baekji Daeng,” ujar Deng Sadi mengikuti ucapan Prof Nurdin.

“Biasa juga kalau pagi-pagi keliling kompleks jalan kaki, pasti disapa. Kalau ada uang dia bawa pasti dikasi, katanya untuk pembeli beras atau kebutuhan lain di rumah,” kenang pria paruh baya itu.

Dengan adanya kasus hukum yang menjeratnya saat ini, Deng Sadi mengaku masih belum percaya kalau Prof Nurdin sepenuhnya melakukan tindakan yang tidak terpuji itu.

Ia pun memberi doa dan dukungan agar sosok yang dikenal sederhana itu bisa kuat menjalani segala cobaan itu.

“Tidak kupercaya (terlibat), baik sekali itu (Prof Nurdin). Kita doakan semoga tetap sehat dan baik-baik. Saya masih tidak percaya waktu nonton tadi berita,” pesannya.

Ada pun dari pantauan di kediaman pribadi Prof Nurdin, rumah dua lantai yang terletak di dalam kompleks Perdos Unhas itu tampak sepi dan tidak ada aktivitas sama sekali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah tersebut telah di segel oleh KPK guna menindak lanjuti penyelidikan atas dugaan kasus suap itu.

“Kosong ini rumah pak,” ucap salah seorang Satpol PP yang berjaga di depan pagar. (Mg4/fajar)

Bagikan berita ini:
10
4
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar