Resmi Tersangka, KPK Tahan Gubernur Sulsel Selama 20 Hari

Minggu, 28 Februari 2021 07:40

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sosok pria berwibawa bernama Nurdin Abdullah (NA) menggegerkan publik, pasca KPK menetapkan Gubernur Sulsel itu sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi.

NA diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel, Tahun Anggaran 2020-2021.

Kini jeruji besi menjadi tempatnya merenungi nasibnya sebagai seorang tahanan lembaga antirasuah dalam kasus tersebut.

Ketua KPK, Firli Bahuri, mengatakan, kini NA bersama Sekretaris PUPR Pemprov Sulsel, Edy Rahmat (ER) dan direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto (AS) sama-sama ditetapkan tersangka.

Ketiganya kini ditahan di beberapa Rutan yang berbeda-beda milik KPK selama 20 hari ke depan, pasca tiga sekawan itu terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT), pada Sabtu (27/2/2021) kemarin.

“Para tersangka NA, ER, dan AS dilakukan penahanan selama 20 hari. Pertama terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 sampai 18 maret 2021,” kata Firli, dalam konferensi Persnya di akun You Tube KPK RI, Minggu (28/2/2021).

“NA akan ditahan di Rutan KPK, cabang Pomdam Jaya Guntur. ER ditahan di Rutan Cabang KPK Kavling C1. Dan AS ditahan di Rutan Cabang KPK, pada Gedung Merah Putih,” sambungnya kepada wartawan.

Agung Sucipto ditetapkan sebagai tersangka sebagai pemberi suap kepada Nurdin Abdullah melalui Edy Rahmat.

Komentar