Artidjo Meninggal, PBHI Sulsel: Beliau Komitmen dalam Pemberantasan Korupsi

Senin, 1 Maret 2021 20:28

Artidjo Alkostar. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Meninggalnya seorang lelaki yang berwibawa dan disegani dalam hal tindak pidana korupsi, Artidjo Alkostar membuat seluruh pihak, terutama yang bekerja di dunia hukum merasa kehilangan.

Mantan hakim Mahkamah Agung (MA) Artidjo Alkostar itu meninggal dunia pada Minggu (28/2/2021) pukul 14.00 WIB dalam usia 72 tahun.

Lelaki berambut putih itu adalah anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Semasa hidup, Artidjo merupakan pria yang juga dianggap paham betul dengan masalah HAM di Indonesia.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) Sulsel, Syamsumarlin mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Artidjo di usia 72 tahun.

“Beliau punya peranan penting dalam pemajuan HAM dan pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. Beliau sosok yang komitmen dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Baik semasa menjadi hakim maupun terakhir sebagai Dewan Pengawas (Dewas) KPK RI,” katanya, Senin (1/3/2021).

Semasa hidup, dia menilai bahwa Artidjo adalah orang yang paling penting dalam kasus tindak pidana korupsi. Apalagi menduduki jabatan strategis di lembaga antirasuah tersebut.

Belum lagi baru-baru ini, KPK baru saja menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, sekretaris Dinas PUPR Sulsel, Edy Rahmat, dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.

Berdasar dari situ, Syamsumarlin pun menilai, penangkapan orang nomor satu di Sulsel ini merupakan langkah KPK, untuk memberantas korupsi tanpa pandang bulu di Tanah Air.

“Mengedukasi publik bahwa tidak ada negosiasi dalam hal pemberantasan kejahatan korupsi yang mengebiri hak-hak dasar warga negara Indonesia,” tegasnya.

Artidjo meninggal pada usia 72 tahun. Menurut Menko Polhukam Mahfud MD, Artidjo adalah mantan Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung. Karena kiprahnya dan integritasnya di bidang hukum, ia kemudian diangkat sebagai Dewas KPK.

“Beliau adalah mantan Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung dan sekarang menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ujar Mahfud MD. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
2
10
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar