Selewengkan Dana Desa, Plt Kades di Takalar Jadi Tersangka

Senin, 1 Maret 2021 22:19

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, TAKALAR- SE, 38 seorang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa ditetapkan tersangka dugaan kasus korupsi oleh Polres Takalar.

Plt Kepada Desa Bontoloe diduga terlibat kasus tersebut dalam pengelolaan keuangan desa tahun anggaran 2018. Kapolres Takalar, AKBP Benny Murjyanto, membenarkan hal tersebut.

“SE diduga merugikan negara sebanyak Rp408.444.905,00 yang merupakan hasil audit perhitungan keuangan negara pada tanggal 3 Desember 2020 atas pembangunan fisik dana desa tahun anggaran 2018,” jelasnya, Senin (1/3/2021).

Perwira dua melati ini menjelaskan, SE merupakan ASN yang diberi amanah menjabat sebagai Plt, dikarenakan masa jabatan pejabat sebelumnya telah berakhir.

Pemerintah setempat pun melantik SE sebagai pelaksana tugas di kabupaten penghasil tanaman jagung tersebut.

Dari hasil penyidikan dan penyelidikan unit Tipikor Polres Takalar, ditemukan sebuah dokumen pertanggungjawaban, serta rekening koran dan catatan pengembalian uang.

Serta hasil pemeriksaan ahli konstruksi dan ahli auditor dari BPKP atas penggunaan fisik.

“Setelah dana desa dicairkan, diambilah dari bendahara (ke tersangka) lalu dikelola sendiri yang digunakan untuk kepentingan pribadi untuk bersenang senang,” jelas AKBP Benny.

Tersangka SE dijerat Ppasal 2 ayat 1 subsdaer pasal 3 UU RI nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagai telah diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 8 tahun 2010 tentang pecegahan dan pemberantasan tindak pidana pencuci an uang (TTPU) joncto pasal 55 ayat 1 ke 1 jo Pasal 56 KHUPidana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun. Dan paling lama 20 tahun.

Komentar