Tolak Investasi Miras, Ketua MUI Makassar Minta Pemerintah Perketat Pengawasan

Senin, 1 Maret 2021 19:04

Ketua MUI Kota Makassar, AGH Dr Baharuddin HS

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar AGH Dr Baharuddin HS tegas menentang adanya investasi minuman keras (miras) di Indonesia. Bahkan jika hanya dikhususkan untuk empat provinsi saja.

Kiai Baharuddin mengatakan aturan mengharamkan miras tidak pernah berubah dalam Islam. Bahkan dengan alasan apapun.

“Apapun jenisnya, termasuk jenis narkoba, itu tidak pernah berubah, yaitu haram hukumnya. Tidak boleh,” katanya kepada fajar.co.id, Senin (01/03/2021).

Dia menilai ada kekeliruan yang dilakukan pemerintah, mungkin karena melihat empat daerah yang dibolehkan dari sisi kearifan lokalnya. Padahal sebenarnya sama saja, sebab miras banyak mudaratnya.

“Yah ini salah, kalau empat daerah itu dikhususkan karena banyak non-muslim, tetap tidak dibenarkan. Islam berpandangan miras banyak mudaratnya (dampak negatifnya),” jelas dia menegaskan sikap MUI Makassar meminta sebaiknya investasi miras ditiadakan.

Khusus di Kota Makassar, Sulawesi Selatan secara luas. Ia meminta agar pemerintah melakukan pengawasan ketat. Meskipun dalam Peraturan Presiden tersebut tidak disebutkan Sulawesi Selatan. Akan tetapi peredaran miras tampak sangat legal.

Bagikan berita ini:
10
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar