Untuk Pihak yang Ingin Gulirkan KLB Demokrat, Ketua DPC Makassar: Jangan Mimpi!

Senin, 1 Maret 2021 19:53

Ketua DPC Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar Adi Rasyid Ali (ARA) menyebut tindakan pengkhianatan dan gerakan pengambilalihan kepemimpinan secara paksa adalah sebuah halusinasi yang menghinggapi orang-orang yang mau merebut Demokrat secara paksa.

Oleh karena itu DPP Partai Demokrat tak bisa mentolerir perbuatan yang bertolak belakang dengan AD/ART, Pakta Integritas, dan Kode Etik partai. Alhasil tujuh kader dipecat secara tidak hormat. Enam diantaranya terbukti terlibat dalam upaya kudeta.

Mereka adalah Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib dan Ahmad Yahya.

“Mereka itu berhalusinasi saja. Jangan mimpi. Makanya kami seluruh kader telah merapatkan barisan melakukan konsolidasi sampai ke bawah untuk waspada terhadap penyusup yang memang mau menggoyang partai Demokrat,” jelas ARA kepada fajar.co.id, di Gedung DPRD Makassar, Senin (1/3/2021).

Wakil Ketua DPRD Makassar itu mengatakan, telah sejak jauh-jauh hari Ketum AHY serta elite partai mencium aroma kudeta tersebut.

Saat dirasa gerakan tersebut mengancam kedaulatan, kehormatan, integritas, serta eksistensi Partai Demokrat, makanya kader bertekad untuk melawannya secara konstitusional.

“Perebutan paksa ini sudah lama tercium. Tapi Demokrat ini bukan partai kaleng-kaleng. Bukan seperti partai lain yang bisa diobok-obok untuk dualisme. Upaya paksa ini akan kita lawan secara konstitusional. Karena gerakan ini mencederai demokrasi,” tegas dia.

Komentar


VIDEO TERKINI