Ditersangkakan KPK, Jejak Agung Sucipto dengan Partai NasDem

Selasa, 2 Maret 2021 14:20

Beredar foto Irfan Jaya, Agung Sucipto dan Syamsir Anci di media sosial. Ist

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Agung Sucipto, menjadi tersangka kasus dugaan pemberi suap sejumlah infrastruktur di Sulawesi Selatan kepada Gubernur Nurdin Abdullah.

Terbaru, Agung disebut-sebut punya hubungan dengan Partai NasDem besutan Surya Paloh. Hal itu diperkuat dengan beredarnya foto Agung dengan mengenakan atribut kemeja Partai NasDem bertuliskan namanya.

Dalam foto tampak Agung bersama dengan politikus NasDem Irfan Jaya dan Syamsir Anci. Dimana diketahui Irfan Jaya adalah tersangka suap terhadap Jaksa Pinangki dalam kasus Djoko Tjandra.

Terkait foto itu, eks Ketua DPD NasDem Bulukumba, Tomy Satria Yulianto tak menampik status Agung Sucipto sebagai kader.

“Yang saya tahu beliau bukan pengurus DPD saat saya diamanahkan jadi ketua. Kalau dilihat dari baju sih kayaknya (kader),” kata Tomy kepada fajar.co.id, Selasa (2/03/2021).

Hal lain diungkapkan Tomy, Agung Sucipto memiliki seorang putri bernama Denyce Laurence Agung yang merupakan calon legislatif Bulukumba tahun 2019 lalu, dapil 1 (Ujung Bulu, Ujungloe dan Bontobahari) nomor urut 6 dari Partai NasDem.

“Anaknya beliau yang masuk jadi caleg di NasDem. Peraih suara ketiga terbanyak di dapil 1 kabupaten Bulukumba. Kalau beliau (Agung) sendiri selama kepengurusan saya, tidak pernah terlibat di Bulukumba,” jelasnya.

Untuk info lebih lanjut, mantan Wakil Bupati Bulukumba itu menyarankan untuk langsung menanyakan foto tersebut ke DPW NasDem Sulsel.

Reporter fajar.co.id masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Sekertaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif, meski sebelumnya telah diungkap bahwa itu adalah foto lama yang diambil tahun 2017 lalu.

Diketahui, Agung adalah kontraktor asal Bulukumba yang juga dikenal sebagai sosok pengusaha sukses di daerahnya, pemilik sejumlah usaha konstruksi di bawah PT Agung Perdana Bulukumba dan pemilik hotel Hakuna Matata Resort di Bira.

Pada Minggu (28/02/2021) Agung bersama Nurdin Abdullah dan Sekdis PU Sulsel, Edy Rahmat ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas OTT yang dilakukan, Jumat (26/02/2021) malam.

Sebagai pemberi, Agung Sucipto disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara sebagai penerima Nurdin Abdullah dan Edy Rahman disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.(mg3/fajar)

Bagikan berita ini:
1
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar