Jadwal Penerimaan CPNS dan PPPK Bersamaan, Pimpinan Guru Honorer di Sulsel: Kami Seperti Ada, Tapi Tiada

Selasa, 2 Maret 2021 17:13

ILUSTRASI. Guru Honor

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah akan membuka rekrutmen untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 berbarengan dengan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Adapun untuk PPPK, pemerintah mengalokasikan formasi sebesar 1 juta untuk guru honorer dan Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan 300 ribu untuk formasi tenaga teknis dan lainnya.

Ini merupakan angin segar bagi masyarakat khususnya tenaga guru honorer yang tergolong kategori dan non-kategori yang sudah lama mengabdikan diri. Agar bisa ikut serta dalam proses rekrutmen ini. Guna mencapai kesejahteraan lebih baik.

Namun dalam penerimaan PPPK ini, masih tergolong memberatkan bagi guru honorer utamanya non-kategori yang harus bersaing dengan guru honorer kategori maupun lulusan baru dari PPG.

Saat dihubungi Fajar.co.id, Ketua Guru Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori Usia 35 Ke atas(GTKHNK 35+) Sulawesi Selatan, Arman S Alamudi, menyebut, pihaknya sudah lama mengabdi. Namun tetap disamakan dengan yang baru.

“Kita sebenarnya tidak menutup ruang bagi masyarakat dalam mengikuti proses seleksi ini, akan tetapi masa kami ini disandangkan dengan yang baru. Tentu lulusan yang baru pasti memiliki fresh otak lebih dibanding kita sudah berumur jauh. Namun kami mengabdi, tidak asal mengabdi, tentu kamu memiliki pengalaman lebih dari meraka,” tutur Arman, kepada Fajar.co.id. Selasa (2/3/2021).

Lebih lanjut, Arman menyebut, belum lagi pihaknya harus bersaing pada guru honorer Kategori-2 (K2) yang tentunya mereka lebih diprioritaskan dibanding non-kategori.

“Permasalah dari guru honorer K2 hampir sama dengan non-kategori, apalagi mereka juga ada berumur diatas 35 tahun dan sama memperjuangkan nasib mereka yang telah lama mengabdi. Akan tetapi mereka lebih diprioritaskan karena mereka masuk kategori yang telah terakomodir. Sedangkan kita di non-kategori itu tidak. Namun berbicara status tentu sama dengan kategori K2,” jelasnya.

“Kami non-kategori itu, (seperti ada tapi tiada). Maka itu, kami terus berjuang demi mendapat kesejahteraan lebih baik. Jadi kalo dibilang kecemburuan, terus terang pasti ada,” tambahnya.

Kendati demikian, meskipun dengan adanya proses seleksi PPPK 2021. Langkah perjuangan pihaknya di non-kategori baik itu guru maupun tenaga kependidikan honorer, tetap pada terciptanya Kappres.

“Seandainya kami mentok di regulasi PPPK harapan kami supaya tetap tanpa tes, tanpa kontrak kerja, artinya berkesinambungan hingga pensiun tanpa harus ditakuti dengan pemutusan kontrak sepihak. Di mana kontak tersebut hanya sebatas administrasi,” harap Ketua GTKHNK 35+ Sulsel. (MG1/Fajar).

Bagikan berita ini:
7
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar