Praka Dedi Irawan Gugur, Putra Santoso Tewas akibat Bom yang Dibawanya Meledak

Selasa, 2 Maret 2021 15:44

Santoso dan Anak Buahnya

FAJAR.CO.ID, POSO — Baku tembak antara Satuan Tugas TNI-Polri dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terjadi di Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Senin (01/03/2021) kemarin.

Tak hanya menewaskan dua Daftar Pencarian Orang (DPO) MIT Poso. Seorang prajurit TNI gugur bernama Praka Dedi Irawan.

“Satu prajurit terbaik kita gugur atas nama Praka Dedi Irawan,” kata Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso, Selasa (2/3/2021).

Satu dari dua DPO MIT Poso yang tewas tersebut merupakan putra dari Santoso, mantan pimpinan MIT Poso, Irul. Seorang lagi, Samir alias Alfin.

Samir tewas karena mengalami luka tembak di bagian kepala, sedangkan Irul tewas akibat bom yang dibawanya meledak di badannya.

Kontak tembak itu, terjadi Senin sore. Sementara itu, di pihak MIT Poso bernama Alvin alias Alvin Anshori tewas tertembak dan rekannya, Khairul alias Irul alias Aslam dilaporkan tertembak dan jatuh ke jurang.

Praka Dedi yang merupakan personel Koopsus TNI itu dikabarkan tertembak di Pos Kampung Maros, Poso dan meninggal dunia saat dievakuasi menggunakan helikopter menuju rumah sakit. Praka Dedi mengalami luka tembak di bagian perut. (bs/eds)

Komentar