Setahun Covid-19, Indonesia Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan

Selasa, 2 Maret 2021 20:07

ILUSTRASI (IST)

Contohnya ahli paru, Taruna Ikrar mengatakan, harusnya di setiap rumah sakit kota minimal ada dokter ahli paru, apalagi saat Covid-19 saat ini. “Tapi banyak ibu kota, kota kabupaten itu ngga ada. Itu baru bicara ahli paru,” pungkasnya.

Turut menjadi pembicara di Youtube Akbar Faisal Unsensored, Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi yang menyoroti terkait tidak meratanya pendistribusian dokter di Indonesia.

“Fakta di lapangan, distribusinya sangat jauh dari ideal. Jumlahnya sudah kurang, tapi distribusinya tidak merata. Mereka maunya di kota-kota besar atau kota kabupaten minimal yang kemudian pertimbangannya soal uang, apalagi untuk dokter spesialis,” tutur Tulus.

“Di Banggai Sulbar (Sulawesi Barat) itu bupatinya cerita, bahwa dia buka lowongan untuk dokter spesialis dengan gaji yang tinggi, tetapi tidak ada yang mau daftar, satupun tidak ada,” sambungnya.

Meski begitu, Tulus menyebut, tidak meratanya distribusi itu tak serta merta harus menyalahkan dokter yang enggan ditempatkan di daerah tertentu. Sebab, kata dia, sarana dan prasarana penunjang, khususnya untuk dokter spesialis juga terbilang minim.

“Dokter tidak boleh sepenuhnya disalahkan, karena harus dilihat background-nya tidak mau kenapa, mungkin alat kesehatan yang tidak memadai,” ujar Tulus. (mg9/fajar)

Komentar