Anak dan Mantu Jokowi Kompak Minta Warganya Prioritas Vaksinasi, Aktivis ProDEM: Kota Lain Cuma Pelengkap Ya?

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Anak dan menantu Presiden Joko Widodo mulai menjalankan tugas sebagai walikota di daerah masing-masing.

Gibran Rakabuming Raka kini menjabat Wali Kota Surakarta atau Solo. Sementara menantu Jokowi, Bobby Nasution menjabat Wali Kota Medan.

Fokus program pertama keduanya adalah penanganan pandemi Covid-19. Terutama mempercepat proses vaksinasi masyarakat. Bahkan keduanya meminta diberi prioritas mendapatkan vaksin Covid-19.

Permintaan anak dan Mantu presiden itu lants ditanggapi aktivitas dari Pro Demokrasi (ProDEM), Nicho Silalahi.

"Pak @jokowi nih ada permintaan dari walikota solo agar memprioritaskan warganya, oh ya walikota Medan mungkin akan menyusul untuk minta memprioritaskan warganya," kata Nicho dikutip Fajar.co.id dari akun Twitternya, Rabu (3/3/2021).

Dia pun meminta Presiden Joko Widodo tak hanya memberikan prioritas kedua kota tersebut. Terlebih Indonesia punya ratusan kabupaten kota lainnya.

"Saya cuma mau nanya apakah warga negara dari kota lain cuma pelengkap doank ya ?," ungkapnya.

Tak sampai di situ, Nicho juga menyinggung soal politik dinasti di keluarga Jokowi.

"Giliran Walikota Medan minta Vaksin lebih banyak pak @jokowi, oh ya pak dia ini masih dikawal Paspampres ya ? Sejarah akan mencatat cuma bapak presiden yang mampu menghasilkan Anak dan Mantu Jadi Walikota," sebutnya.

Sebelumnya,  Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta pemerintah pusat agar mengirimkan vaksin Covid-19 ke Solo dalam jumlah lebih banyak. 

Apalagi, Solo dianggap Gibran jadi daerah penting dalam upaya menekan laju penularan virus corona. Pasalnya, Solo dipandang menjadi salah satu pusat perekonomian di Jawa Tengah.  

"Saya meminta Solo untuk diprioritaskan karena Solo ini menopang daerah lain," kata Gibran di Balai Kota Solo, saat menanggapi pertanyaan soal satu tahun pandemi Covid-19, Selasa (2/3/2021). 

Hal yang hampir sama juga diutarakan Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Dia mengatakan jumlah vaksin virus corona (Covid-19) yang diberikan pemerintah pusat masih kurang. Belum cukup untuk seluruh warga Medan yang dipimpinnya.

"Jumlah Vaksin Covid-19 yang diberikan Kementerian Kesehatan tentu tidak cukup untuk seluruh masyarakat Kota Medan," kata Bobby di Medan, Selasa (2/3/2021).

Merujuk situs pemkomedan.go.id, jumlah penduduk Kota Medan mencapai 2,9 juta jiwa. Sejauh ini, Pemkot Medan sudah menerima 20 ribu dosis vaksin di tahap pertama dan 96 ribu dosis di tahap kedua.

"Jika kebutuhan vaksin masih kurang, nanti kita akan meminta Kementerian Kesehatan agar dapat mengirim kembali Vaksin Covid-19 untuk Kota Medan," ujar Bobby.(msn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan