Dua Wilayah di Makassar Ini Disebut Polisi sebagai Zona Merah Penyalahgunaan Narkoba

Rabu, 3 Maret 2021 16:02

Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Muh Kadarislam

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Dua wilayah di Kota Makassar yang kini dianggap sebagai titik rawan atau pasar gemuk peredaran penyalahgunaan narkoba.

Hal itu diungkapkan langsung Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Kota Makassar AKBP Muhammad Kadarislam kepada Fajar.co.id, Rabu (3/3/2021).

“Dua wilayah yang kami anggap titik rawan atau zona merah dalam penyalahgunaan narkoba, yakni Kecamatan Wajo dan Ujung Tanah,” ujar AKBP Kadarislam.

Ia menerangkan, bahwa para pelaku yang berhasil diamankan di wilayah hukumnya itu rata-rata berstatus orang yang putus sekolah dan nganggur.

“Karena mereka yang pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu rata-rata orang putus sekolah. Mereka butuh uang sampai dimanfaatkan oleh bandar,” tuturnya.

Kadarislam menjelaskan, sepanjang tahun 2019-2020 sudah 157 perkara narkotika semuanya lanjut ke meja hijau. Dimana dominan 141 pelaku laki-laki, sisanya perempuan. Dan barang bukti jenis sabu seberat 110,6748 gram.

Ia pun menyebut, bahwa pemberantasan dan penindakan pelaku bandar narkoba akan terus ia lakukan di wilayah hukumnya. Hanya saja, Kadarislam berharap peran seluruh lapisan masyarakat dalam rangka meminimalisir penyalahgunaan barang haram tersebut.

“Saya melihat mindset masyarakat hanya tugas polisi memberantas narkoba. Jika masyarakat bersama aparat bersatu maka kita bisa merugikan bandar,” jelasnya.

Lebih jauh, mantan Kapolres Bone itu, menambahkan, selain penegakkan terhadap masyarakat yang melanggar barang haram tersebut. Saat ini pihaknya juga telah melaksanakan tes urine secara bertahap kepada jajarannya sejalan dengan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Komentar