Moeldoko: Kami akan Panggil Menteri BUMN dan Manajemen Jiwasraya

Rabu, 3 Maret 2021 14:14

Kepala Staf Kepresidenan Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menerima audiensi Forum Nasabah Korban Jiwasraya (FNKJ). Dia berjanji memfasilitasi 5,3 juta nasabah korban perusahaan asuransi pelat merah tersebut untuk mencari solusi.

“Kami akan panggil terlebih dahulu Menteri BUMN dan manajemen Jiwasraya, agar bisa melihat permasalahan ini dari dua sisi. Setelah itu akan kami pertemukan dengan FNKJ untuk mencari solusi terbaik,” jelas Moeldoko dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (3/3).

Moeldoko yang didampingi Staf Khusus Kantor Staf Presiden (KSP), Deputi III KSP Panutan S. Sulendrakusuma, dan Deputi IV KSP Juri Ardiantoro sebelumnya menerima audiensi FNKJ yang berlangsung di Gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (2/3).

Dia juga berencana memfasilitasi pertemuan FNKJ dengan pihak Kementerian BUMN dan manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Audiensi dengan FNKJ merupakan janji Moeldoko saat menghadiri KSP Mendengar pada pekan lalu.

Saat itu, salah satu perwakilan FNKJ meminta bisa bertemu langsung dengan Moeldoko untuk menyampaikan persoalan 5,3 juta nasabah Jiwasraya.

Pernyataan Moeldoko ini salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan KSP sesuai tugas dan fungsinya.

Terlebih, salah satu permintaan FNKJ dalam audiensi dengan Moeldoko adalah untuk bisa bertemu Menteri BUMN dan manajemen Jiwasraya.

Selain pertemuan dengan Menteri BUMN dan manajemen Jiwasraya, ada beberapa poin yang menjadi permohonan FNKJ.

Salah satunya mengenai sosialisasi skema restrukturisasi yang dinilai berbau intimidasi. Ketua FNKJ Ana Rustiana bersama lima perwakilannya menjelaskan kasus Jiwasraya melibatkan korban sebanyak 5,3 juta nasabah.

Adapun jumlah itu, sebanyak 80 persen di antaranya merupakan nasabah kalangan menengah ke bawah. Hingga saat ini, kata Ana, Jiwasraya belum bisa menyelesaikan gagal bayar kepada para nasabahnya.

“Terutama dari dua skema yang ditawarkan. Hingga saat ini tidak dilakukan Jiwasraya,” kata Ana.

Berdasarkan paparan Ana, para nasabah berharap Jiwasraya tetap hidup dengan sinergi BUMN. Selain itu, nasabah juga ingin pembayaran manfaat berjalan tiap bulan, seperti manfaat pendidikan, kesehatan dan bulanan pensiunan.

Ana juga menambahkan FNKJ berharap opsi restrukturisasi yang lebih baik dan solutif dan tidak merugikan nasabah. (ant/jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
2
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar