Ongkos Politik Mahal, Muh Ismak: Dampaknya Pejabat Bisa Jadi Penguasa dan Korup

Rabu, 3 Maret 2021 17:16

Muhammad Ismak

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Mahalnya biaya politik, baik Pemilihan Legislatif (Pileg) hingga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ikut menjadi penyebab perilaku korup para pejabat publik.

Hal ini dikemukakan Muhammad Ismak, Ketua Asosiasi Advokat Indonesia, di Jakarta, Rabu (3/3/2021), menanggapi kasus Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Dikatakannya, biaya politik tinggi sejak awal harus menjadi alarm bagi siapapun yang memiliki hasrat untuk menjadi pejabat publik atau pemimpin daerah.

“Pikirkan kembali niat tersebut apakah benar mau mengabdikan diri atau hanya ingin menjadi penguasa,” sambung Ismak yang juga Ketua Ikatan Alumni Unhas Jabodetabek.

Tatkala niat menjadi penguasa lebih besar maka bencana hanyalah soal waktu.

Selanjutnya Ismak menyebut, universitas dan para alumninya, termasuk Universitas Hasanuddin diminta segera memikirkan dan memberi kontribusi bagi desain demokrasi yang baik dan benar dan mengakomodasi model demokrasi yang benar-benar memberikan hak kepada rakyat.

“Bukan model demokrasi yang hanya melahirkan penguasa dengan ego setinggi langit,” tambahnya.

Terkait dengan calon-calon pemimpin pada masa datang, Ismak mengatakan, pers dan masyarakat terdidik diharapkan berperan penting dalam proses seleksi.

Bagikan berita ini:
6
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar