Pakai Jasa Buzzer, Presiden Ditangkap dengan Tuduhan Korupsi

Rabu, 3 Maret 2021 19:17

Mantan presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu (kiri) saat penandatanganan kontrak Lionel Messi. (Barcelona Press Office...

FAJAR.CO.ID – Setahun terakhir mungkin periode yang kalau bisa bakal dihapus FC Barcelona dalam kenangan mereka. Trophyless sejak musim lalu, nyaris kehilangan superstar Lionel Messi pada awal musim ini, utang semakin menggunung, hingga peristiwa yang mencoreng muka Barca Senin malam waktu setempat (1/3).

Yaitu, terkait penangkapan Presiden Barca periode terakhir (23 Januari 2014 sampai 20 Oktober 2020) Josep Maria Bartomeu oleh unit kejahatan ekonomi Mossos d’Esquadra. Bartomeu diciduk terkait skandal Barcagate yang mengemuka setahun lalu.

Barcagate merupakan sebutan skandal terkait Bartomeu yang menyewa sebuah perusahaan media sosial I3 Ventures. Salah satu tujuan utamanya adalah meneror dengan cara mengkritik para legenda dan pemain senior Barca yang dianggap berseberangan dengan Bartomeu.

Beberapa di antaranya adalah Carles Puyol, Xavi Hernandez, Gerard Pique, hingga Messi. Singkatnya, I3 Ventures selayaknya buzzer yang dibayar Bartomeu untuk membersihkan nama pria 58 tahun itu di media sosial.

Bartomeu tidak sendirian dalam skandal yang pada Mei 2020 masuk penyelidikan untuk kategori kejahatan administrasi dan korupsi dalam bisnis itu. Mantan penasihatnya, Jaume Masferrer, juga ditangkap untuk dimintai keterangan.

Plus, dua orang dari jajaran manajemen Barca saat ini turut ditangkap. Masing-masing CEO Oscar Grau dan Direktur Departemen Legal Roman Gomez Ponti.

Tapi, pasca penangkapan pada Senin malam tersebut, Bartomeu maupun Masferrer dilaporkan sudah bebas berkat jaminan tadi malam. ”Dua orang tersebut sudah diselidiki dan mereka menggunakan hak untuk tidak bersaksi dan hakim setuju untuk membebaskan mereka dengan jaminan.’’ Begitu bunyi keterangan resmi dari Pengadilan Tinggi Catalan seperti dilansir Marca.

Komentar