Pertama Dalam Sejarah, Ketua PBNU Diangkat Jadi Komisaris Utama di BUMN

Rabu, 3 Maret 2021 21:05

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi mengangkat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen BUMN PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, sejak Rabu (3/3/2021).

Selain Said Aqil, Erick juga mengangkat Rochadi sebagai Komisaris Independen, Diah Natalisa sebagai Komisaris, dan Chairul Anwar sebagai Komisaris. Di luar kelima nama baru itu, Komisaris KAI lama yang masih menjabat adalah Pungky Sumadi, Criss Kuntadi, dan Freddy Haris.

Penunjukkan tersebut menjadi sejarah baru PBNU. Sebab Said Aqil menjadi satu-satunya ketua umum organisasi Islam terbesar di Indonesia ini yang menjabat sebagai Komisaris BUMN.

Seperti diketahui Said diangkat menjadi Ketum PBNU pada 2010 silam atau sudah 10 tahun menjabat hingga saat ini. Sedangkan pendahulunya, Hasyim Muzadi yang menjabat pada 1999 hingga 2010 tercatat tidak pernah menjadi Komisaris BUMN.

Di atas Hasyim Muzadi, PBNU pernah dipimpin Abdurrahman Wahid alias Gus Dur selama 15 tahun atau dari 1984 hingga 1999. Selama itu pula, Presiden RI ke-4 itu juga tidak pernah tercatat menjadi Komisaris BUMN.

Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan pihaknya menghormati keputusan penunjukan tersebut karena pada dasarnya, keputusan itu adalah kewenangan Menteri BUMN.

“Itu tertuang dalam UU Nomor 19 Tahun 2003. Kami menghormati keputusannya karena Menteri BUMN berhak mengangkat siapa pun sebagai direksi dan komisaris BUMN,” ujar Andre dikutip dari MNC Portal Indonesia, Rabu(3/3/2021).

Komentar


VIDEO TERKINI