Pertama di Dunia, Mutasi Covid-19 Muncul pada Bayi dalam Kandungan

Rabu, 3 Maret 2021 09:31

Ilustrasi bayi baru lahir. Kejadian aneh di Swedia, mutasi virus Korona diduga terjadi pada bayi di dalam kandungan sang...

Meskipun virus biasa bermutasi, mutasi ini (disebut A107G) terjadi hanya lima hari setelah bayi lahir. Perubahan genetik mungkin telah dirangsang oleh bayi yang bersentuhan dengan lingkungan luar di luar rahim ibu. Namun, paling mengejutkan betapa cepatnya mutasi tunggal ini terjadi.

“Temuan terpenting adalah perubahan yang kami lihat di plasenta. Plasenta membawa darah dan nutrisi ke janin. Kami menemukan bahwa separuh jaringan rusak,” katanya.

Pada janin terjadi peradangan yang meluas. Peneliti menemukan protein virus Korona di sisi ibu dan janin di plasenta.

“Kami juga menemukan protein virus Korona di semua area yang rusak akibat peradangan,” jelasnya.

Kabar baiknya, sang ibu sembuh dengan cepat dari infeksi Covid-19 dan dipulangkan empat hari setelah melahirkan, tetapi bayinya membutuhkan perawatan neonatal sejak lahir prematur (minggu ke-34 kehamilan). Bayi tersebut mengembangkan antibodi untuk melawan virus dan tidak memiliki gejala yang parah setelah melahirkan. Oleh karena itu, sistem kekebalan bayi sendirilah yang menetralkan virus.

“Karena kami tidak menemukan antibodi apa pun dalam ASI ibu,” ungkap peneliti.

Studi itu baru saja diterbitkan di The British Journal of Obstetrics and Gynecology. Adalah satu di antara segelintir makalah ilmiah yang menyelidiki penularan virus Korona melalui plasenta.

Dalam kasus yang jarang terjadi, virus Korona dapat merusak plasenta yang menyebabkan kekurangan oksigen pada bayi yang belum lahir. Bahkan, jika sang ibu memiliki kasus Covid-19 ringan pada akhir kehamilan.

Bagikan:
9
3
4

Komentar