Rp90 Juta Ludes, Korban Kebakaran Bisa Tukar Uangnya di BI, Ini Caranya

Rabu, 3 Maret 2021 18:05

Uang yang terbakar saat peristiwa kebakaran di Bone.

FAJAR.CO.ID, BONE — Korban kebakaran di Dusun Puang Nene, Desa Timurung, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone uangnya terbakar hingga Rp90 juta tidak perlu panik. Bank Indonesia bisa menukarnya.

Uang rusak yang terbakar dapat ditukarkan dengan uang baru layak edar. Bank Indonesia (BI) sebagai pemegang otoritas tertinggi peredaran uang di Indonesia menyediakan layanan penggantian uang tidak layak edar dengan uang baru layak edar.

Kepala Bank Indonesia (BI) Sulsel, Budi Hanoto mengatakan, bahwa uang terbakar itu bisa ditukar dengan syarat 2/3 masih terbaca. “Uang terbakar bisa ditukar di BI. Biasanya dimasukkan di laboratorium dulu,” katanya kepada FAJAR Rabu (3/3/2021).

Menurut panduan yang dikeluarkan oleh BI, uang tidak layak edar dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu uang lusuh, uang yang ditarik dari peredaran, dan uang rusak. Ketiganya dapat ditukarkan dengan uang baru, asalkan memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh BI.

Masyarakat dapat menukarkan uang tidak layak edar tanpa dipungut biaya, asalkan masih dapat dikenali keasliannya. Namun, apabila keaslian uang tidak dapat dikenali, maka masyarakat yang akan menukarkan uang harus membayar biaya lebih. Pasalnya, BI akan melakukan penelitian terlebih dahulu, dan biaya penelitian akan dibebankan kepada masyarakat.

Berikut langkah-langkah menukar uang rusak di BI:

  1. Pastikan membawa uang rusak yang akan ditukarkan dengan uang layak edar.
  2. Datang ke kantor BI, layanan kas keliling, dan bank umum yang melayani penukaran uang rusak di wilayah setempat pada jam kerja.
  3. Petugas akan melakukan pemindaian untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan uang, sehingga dapat diketahui memenuhi syarat untuk ditukarkan atau tidak.
  4. Jika uang memenuhi kriteria kerusakan yang diperbolehkan untuk ditukarkan, maka petugas akan mengganti uang rusak dengan nominal yang sama.
  5. Jika uang yang rusak tersebut memenuhi syarat tetapi tidak dapat dikenali keasliannya, maka pemohon akan diminta mengisi formulir pengajuan penelitian lebih lanjut.

Sekadar diketahui leristiwa kebakaran di Bone terjadi pada Rabu (3/3/2021) sekitar pukul 08.30 Wita. Diketahui rumah terbakar adalah milik Suddin (38) dan Jasmin alias Cokeng (33). Keduanya bekerja sebagai petani dan masih bersaudara kandung.

Komentar


VIDEO TERKINI