Sebut Kebutuhan ASN 1,3 Juta, Menpan RB Bilang Kuota Diumumkan Bulan Ini

Rabu, 3 Maret 2021 10:05

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Tjahjo Kumolo meminta maaf atas ketidaksengaja...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo menyebut kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) saat ini sekitar 1,3 juta orang.

Besarnya jumlah kebutuhan tersebut lantaran pada 2020 tidak ada rekrutmen ASN baik CPNS maupun PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja).

“Karena tahun lalu tidak ada rekrutmen akibat pandemi maka jumlah kebutuhan ASN makin bertambah. Sebagai contoh guru yang tadinya 700 ribuan tahun ini meningkat menjadi 1 juta,” kata Menteri Tjahjo kepada JPNN.com, Rabu (3/3).

Pada 2020, seluruh instansi diminta untuk mengusulkan kebutuhan ASN baik CPNS maupun PPPK.

Khusus guru, ada kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim agar difokuskan pada PPPK. Pertimbangannya, agar seluruh guru honorer dari semua usia dan terdaftar di Dapodik bisa ikut tes.

Selain itu dalam Perpres Nomor 38 Tahun 2020 tentang jabatan yang dapat diisi PPPK, guru termasuk dalam 147 jabatan fungsional PPPK.

“Keinginan Mendikbud ini kami sambut baik. Karena PPPK dan CPNS itu sejatinya sama kedudukannya. Sama-sama ASN. Kalau dikatakan perbedaannya di pensiun, itu tinggal teknisnya saja karena pemerintah saat ini sedang menyiapkan regulasi agar ada jaminan hari tua (JHT) untuk PPPK,” tutur Tjahjo.

Apakah kekurangan 1,3 juta ASN baik CPNS maupun PPPK akan dipenuhi semuanya tahun ini? Menurut Tjahjo, tergantung kondisi saat ini.

Jika tidak ada kebijakan lain yang bersifat darurat kebutuhan tersebut bisa dipenuhi. Sebaliknya bila ada kebijakan darurat, kebutuhan tersebut tidak bisa semuanya dipenuhi.

Namun, kata Tjahjo, pengadaan ASN tahun ini akan tetap dilaksanakan mengingat kekurangan jumlah guru makin besar.”Pemerintah sangat berhati-hati dalam hal ini karena kondisi pandemi masih jadi tantangan terbesar bangsa ini,” ucapnya.

Dia menyebutkan, sampai saat ini kebutuhan ASN secara total tahun 2021 sekitar 1,3 juta orang. Terdiri dari 1 juta guru PPPK dan 189 ribu ASN (di luar guru PPPK).

“Sebanyak 189 ribu ASN ini terdiri dari 70 ribu PPPK non=kependidikan dan 119 ribu CPNS untuk berbagai jabatan teknis yang sangat diperlukan termasuk tenaga kesehatan,” tandasnya.

Kepastian formasi ASN secara nasional yang akan dibuka dan kapan pelaksanaannya, lanjut Menteri Tjahjo Kumolo, diumumkan bulan ini.

Namun, persiapan sudah dilakukan masing-masing instansi. Sebagai contoh Kemendikbud yang gencar menyiapkan guru-guru honorer menghadapi tes PPPK. (jpnn/fajar)

Komentar