Subsidi Kuota Gratis, Pakar Pendidikan: Pemerintah Harus Perhatikan Akses Jaringan Internet Daerah 3T

Rabu, 3 Maret 2021 15:08

Prof. Arismunandar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Subsidi kuota gratis yang diluncurkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menjadi langkah positif bagi siswa maupun tenaga pendidik, untuk mendorong Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dimasa pandemi saat ini.

Program yang diumumkan Senin 1 Maret 2021, telah diluncurkan sebanyak dua kali selama pandemi Covid-19. Dimana untuk tahun ini bantuan kuota internet mengalami pelbagai macam modifikasi serta fleksibilitas lebih banyak dibandingkan kebijakan sebelumnya.

Kendati demikian, Pakar Pendidikan, Prof Arismunandar, menilai jika subsidi hanya diberikan berupa kuota internet, masih kurang tepat. Mengingat ada daerah peserta didik dan tenaga pendidik tidak memiliki gawai maupun fasilitas layanan internet yang memadai.

“Efektivitas dari subsidi kuota internet ini apa? Kalau dalam menunjang PPJ selama pandemi tentu sangat membantu. Akan tetapi sudahkah pemerintah meninjau kembali lokasi yang keadaan geografis yang tidak dijangkau oleh fasilitas internet memadai, begitu juga keadaan ekonomi dari peserta didik itu sendiri,” kata Prof Arismunandar, kepada fajar.co.id, Rabu (3/3/2021).

Mantan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, menyebut ada tiga komponen penting dalam menunjang pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi informasi. Yaitu persoalan alat, akses internet dan kuota.

Ini merupakan problem besar, utamanya di daerah 3T (Terluar, Terpencil, Tertinggal). Meskipun mereka mempunyai kuota, namun dalam akses jaringan tidak terpenuhi. Tentu akan menjadi masalah.

Komentar