2 Hari Penggeledahan di Makassar, KPK Sita Rp1,4 M serta Ratusan Lembar Dollar AS dan Singapura

Kamis, 4 Maret 2021 18:19

Tim Penyidik KPK keluar dari Gedung Biro Pengadaan Barang dan Jasa di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. (Majid/fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Setidaknya ada dua hari tim dari KPK melakukan penggeledahan, terkait dugaan kasus suap yang dilakukan oleh tersangka Agung Sucipto kepada Nurdin Abdullah.

Penggeledahan itu dilakukan di rumah jabatan Nurdin sebagai Gubernur Sulsel. Juga di kantor Dinas PUTR Sulsel, dan rumah pribadi tersangka Agung Sucipto di perumahan Lily, sejak tanggal 1 hingga 2 Maret 2021.

Semuanya diduga kuat terkait kasus dugaan korupsi berupa suap dan gratifikasi di lingkungan Pemprov Sulsel tahun anggaan 2020 – 2021.

Selama penggeledahan dilakukan, tim dari lembaga antirasuah itu berhasil mengamankan uang tunai sebanyak Rp1,4 miliar rupiah. Juga ada uang asing yang ditemukan.

“Setelah dilakukan perhitungan, dari penggeledahan dimaksud ditemukan uang rupiah sekitar Rp1,4 miliar, uang asing sebesar USD10.000 dan SGD190.000,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Kamis (4/3/2021).

Selanjutnya, lanjut Fikri, uang tersebut akan diverifikasi dan dianalisa mengenai keterkaitannya dengan perkara ini. Sehingga segera dapat dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini.

Diketahui dalam kasus ini, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah diduga menerima suap dari kontraktor Agung Sucipto melalui sekretaris Dinas PUTR Sulsel, Edy Rahmat, sebesar Rp 5,4 miliar.

Namun dari pengakuan Nurdin, ia sama sekali tak mengetahui adanya transaksi yang dilakukan Agung kepada Edy.

Bagikan berita ini:
10
9
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar