Dana Hibah Pariwisata Makassar Dipangkas Rp40 M, Danny Ungkap Kesalahan Pejabat Lama

Kamis, 4 Maret 2021 21:18

Danny Pomanto

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Dana Hibah Pariwisata untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dipangkas Rp 40 milliar oleh pemerintah pusat. Keputusan itu diambil sebagai sanksi atas gagalnya cair tepat waktu dana tersebut, sehingga menurut juknis (petunjuk teknis) itu harus dikembalikan ke pusat.

Adanya pemangkasan dana turut disayangkan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto. Apalagi jumlahnya terbilang cukup banyak

“Laporan dari BPKD, kita dapat sanksi pemotongan Rp40 milliar karena tidak mengelola (dana hibah) dengan baik,” Kata Danny Pomanto saat wawancara, Kamis (4/3/2021).

Danny Pomanto menilai dana tersebut seharunya bisa dicairkan mengingat hotel dan restoran selaku penerima telah memenuhi syarat.

Ia pun menyesalkan keinginan Penjabat Walikota Rudy Djamaluddin yang ingin mengalihkan anggaran tersebut ke proyek infrastruktur. Dimana hal itulah yang dinilai menyalahi aturan dalam petunjuk teknis (juknis) penggunaan.

“Krusial ini karena ingin mengalihkan dan merubah juknis yang memang tidak bisa diubah, sehingga kita mendapat sanksi pemotongan Rp 40 milliar,” sebutnya.

“Bayangkan kerugiannya ini, karena hanya keinginan seseorang saja merugikan semua masyarakat pariwisata yang ada di Makassar,” tambahnya.

Wali kota dua periode itu juga menyayangkan pencopotan Rusmayani Madjid dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar karena dianggap akar masalah tidak cairnya anggaran tersebut.

“Bukan karena ibu Maya tetapi karena ada pemaksaan perubahan dari juknis pariwisata ke pembiayaan infrastruktur yang memang tidak bisa,” ujar Danny.

Komentar