Heran 6 Laskar FPI jadi Tersangka, Said Didu: Mayat-mayat Itu Mau Dipenjarakan di Mana?

Kamis, 4 Maret 2021 17:51

Rekonstruksi penembakan enam laskar FPI di rest area Tol Jakarta-Cikampek KM50. Foto: Ega/PojokKarawang.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian BUMN Said Didu heran dengan langkah polisi yang menetapkan enam laskar FPI yang tewas Tol Jakarta-Cikampek Km 50 sebagai tersangka.

Said pun melontarkan sindiran melalui akun Twitter pribadinya, @msaid_didu, Kamis (4/3/2021).

“Mohon ahli hukum sudah memikirkan bagaimana membuat BAP, menahan, mengadili, menghukum dan bentuk hukuman kepada mayat yang dijadikan tersangka,” cuitnya.

Said juga mempertanyakan, bagaimana jadinya seandainya keenamnya nantinya dinyatakan bersalah oleh majelis hakim.

“Seandainya bisa diadili dan dinyatakan ‘bersalah’ bagaimana dan di mana penjaranya?”

“Kalau hukuman mati bagaimana menghukum mati mayat?” sindirnya lagi.

Dalam kicauan selanjutnya, Said Didu juga mempertanyakan bagaimana cara memeriksa orang yang sudah meninggal sebagai tersangka.

“Bagaimana mereka dihadirkan di persidangnya?” tanya Said.

Ia juga tak bisa membayangkan bagaimana memenjarakan mayat atau menghukum mati orang yang sudah meninggal.

“Jika dinyatakan bersalah, dengan hukuman penjara, mayat-mayat ini akan dipenjarakan di mana?” heran dia.

“Jika dijatuhi hukuman mati, bagaimanan cara mematikan mayat?” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua tim advokasi laskar FPI, Hariadi Nasution menilai penetapan tersangka kepada 6 laskar FPI dinilai sangat aneh.

Pasalnya, selain 6 laskar FPI sebagai korban, mereka juga sudah meninggal dunia sehingga tak bisa lagi dijerat pidana.

Komentar