Rocky Gerung: Kalau Dia Tanam Sendiri Kemudian Dia Cabut Konyol Namanya

Kamis, 4 Maret 2021 09:42

Rocky Gerung. (DOK.FAJAR)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pakar filsafat Rocky Gerung tidak puas dengan keputusan Presiden Joko Widodo, mencabut lampiran Perpres 10 Tahun 2021 yang mengatur soal investasi industri minuman keras alias miras.

Menurut Rocky Gerung, publik sebenarnya ingin mendengar ada apa sebenarnya di balik munculnya perpres tersebut.

“Seolah-olah presiden melakukan sesuatu yang gagah berani, karena ini sebetulnya kekacauan. Mestinya publik ingin mendengar, MUI bilang begini, Muhammadiyah juga begini, lantas apa pembelaan presiden supaya ada debat soal itu, kok tiba-tiba presiden gagah perkasa langsung mencabut,” kata Rocky Gerung di kanal YouTube pribadinya, Rabu (3/3).

Rocky menambahkan, yang dimaksud dengan mencabut itu kalau sesuatu ditanam orang lain.

“Kalau dia tanam sendiri kemudian dia cabut konyol namanya. Lalu apa artinya, orang bertanya-tanya berarti anda gak paham dong apa yang anda buat itu,” cetusnya.

Sebenarnya, lanjut Rocky, dia menunggu adanya perdebatan yang mencerahkan publik di balik dibukanya keran investasi industri miras, termasuk narasi buzzer yang biasa menjadi corong pemerintah.

“Mestinya dipertahankan, ini kan kayak skripsi, masa diganggu sedikit oleh penguji kemudian ditulis ulang,” katanya.

Menurut analisis Rocky, buzzer-buzzer yang biasa digunakan pemerintah belum bekerja tetapi presiden sudah mencabut lampiran Perpres tersebut.

“Buzzer disebar dulu untuk membela kebijakan presiden, kalau buzzer keok baru diambil alih presiden. Ini sayang, buzzer-nya untuk apa?,” ujarnya.

Komentar


VIDEO TERKINI