Laskar FPI yang Tewas Sempat Ditetapkan Tersangka, Pengamat: Diduga Dipelintir

Jumat, 5 Maret 2021 18:42

Prof Hambali Thalib

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kasus tewasnya enam Laskar Front Pembela Islam (FPI), yang sempat dijadikan tersangka meski telah meninggal dunia diduga dipelintir.

Penetapan tersebut sempat heboh. Lantaran orang yang sudah meninggal, justru ditetapkan tersangka dalam penembakan di Kilometer 50 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Pengamat Hukum Pidana, Prof Hambali Thalib, mengatakan, penetapan tersebut diduga dipelintir sehingga dianggap aneh dan mustahil jika memang benar terjadi.

“Saya takutkan media yang pelintir, salah mendengar bahwa ini pertanggungjawaban, kelompok FPI ini dianggap (misalnya) menyerang polisi pada awalnya,” katanya, Jumat (5/3/2021).

“Prinsipnya dalam hukum pidana, orang sudah meninggal tidak mungkin dimintai tanggung jawab pidana. Malah justru menjadi alasan perkara ini dihentikan, karena yang dihukum itu orangnya yang melakukan tindakan pidana,” sambungnya kepada fajar.co.id.

Kendati demikian, status hukum terhadap enam Laskar FPI yang tewas itu telah digugurkan oleh penyidik dari Bareskrim Mabes Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, dengan penghentian itu, seluruh penyidikan perkara tersebut dan status tersangka pada enam Laskar FPI tersebut sudah tidak berlaku di mata hukum.

Menurut Argo, penghentian kasus ini sebagaimana tertuang dalam Pasal 109 KUHP karena tersangka sudah meninggal dunia.

“Kasus penyerangan di Tol Jakarta-Cikampek dihentikan. Dengan begitu, penyidikan serta status tersangka sudah gugur,” ujar Argo dalam keterangannya di Jakarta.

Komentar