Pemerintah Harus Tegas, Dua Tahun PT Pasir Walannae Sembunyikan Laporan Produksi Batu Bara

Jumat, 5 Maret 2021 19:31

Lokasi tambang batu bara PT Pasir Walannae

FAJAR.CO.ID, BONE — Pemerintah diharap jangan setengah-setengah dalam menutup tambang batu bara di Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru. Harus tegas.

Apalagi pihak perusahaan yang ingin melakukan perbaikan atas kerusakan yang ditimbulkannya hanya sekadar janji belaka saja. Tidak ada realisasi. “Tidak ada rindakan perbaikan. Yang ada hanya aktifitas tambang naungan Bahrun di Lapettang,” kata sumber FAJAR Jumat (5/3/2021).

Unik. Ada aktifitas pertambangan. Padahal pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menutup tambang batu bara itu. Menindaklanjuti rekomendasi dari Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi Sulsel, dan Balai Gakkum KLHK Sulawesi.

Hal itu akan dibuka kembali selama perusahaan memenuhi anjuran yang telah ditetapkan pemerintah. Salah satunya limbah yang bermasalah. “Akan dibuka kembali jika sudah memenuhi izinnya,” kata Kadis DLH Bone, Andi Syahrul.

Berdasarkan informasi dan data yang dihimpun FAJAR, PT Pasir Walannae tidak melaporkan laporan produksinya ke pemerintah di tahun 2019. Padahal laporannya ada sekitar 20 ribu ton produksi batu bara.

Kemudian di tahun 2020 yang dilaporkan produksinya hanya sekitar 10 ribu ton. Kuat dugaan ada kurang lebih 7000 ton yang tidak ada laporannya. Entah kemana rimbanya. Laporan produksi tersebut belum termasuk laporan produksi dari Bahrum yang telah mengganti sahamnya menjadi lahan atau biasa disebut C59.

Komentar