Dana Pariwisata Dipotong Rp40 Milliar, PHRI Sulsel: Kami Tidak Tahu Perihal Ini

Sabtu, 6 Maret 2021 19:09

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan mengaku, belum tahu soal pemotongan Dana Hibah Pariwisata untuk Pemerintah Kota Makassar sebesar Rp40 milliar oleh Pemerintah Pusat.

“Kami tidak tahu perihal ini. Nanti PHRI segera audensi dulu dengan pak wali kota (Mohammad Ramdhan Pomanto) agar lebih jelas,” kata Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga pada Fajar.co.id, Sabtu (6/2/2021).

Anggiat berharap ada solusi lain dari pemberian sanksi tersebut, bukan dalam bentuk pemotongan dana. Apalagi masa pandemi Covid-19 yang sudah setahun berlangsung membuat usaha hotel dan restoran sepi pengunjung, hanya sekitar 20 sampai 25 persen saja hunian hotel saat ini.

“Semoga hak industri dicairkan,” kata Anggiat.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto ikut menyayangkan pemotongan anggaran dana hibah pariwisata itu. Apalagi saat ini Makassar sangat butuh dana untuk membangkitkan ekonomi yang sempat terpuruk akibat Covid-19.

“Laporan dari BPKA, kita dapat sanksi pemotongan Rp40 milliar karena tidak mengelola (dana hibah) dengan baik,” Kata Danny Pomanto saat wawancara, Kamis (4/3/2021) lalu.

Danny pun mengatakan, masih akan berusaha agar tidak ada pemotongan sama sekali. Langkah yang ditempuh adalah dengan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.

“Kami akan menghadap lagi untuk menjelaskan hal ini karena itulah akibat kalau belum ada yang definitif. Tapi karena kami sudah definitif saya kira sudah tidak ada masalah, saya akan masuk untuk menyakinkan Kementerian Pariwisata untuk mengembalikan hal itu,” imbuh Danny. (mg4/fajar)

Komentar