Enggan Bicara Peluang di Pilpres, Amran Sulaiman Pilih Fokus Bisnis dan Pemulihan Ekonomi

Sabtu, 6 Maret 2021 21:24

Amran Sulaiman

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Partai politik mulai melakukan simulasi atau bisa dibilang testing the water yang bertujuan menarik perhatian publik dengan melempar wacana mempasang-pasangkan Capres dan Cawapres untuk Pemilu 2024.

Selama sepekan terakhir, tokoh asal Sulawesi Selatan Andi Amran Sulaiman (AAS) terus dibicarakan. Mantan Menteri Pertanian era Jokowi-Jusuf Kalla itu disebut memiliki peluang besar sebagai tokoh alternatif nasional dari kawasan timur Indonesia.

AAS dinilai cukup menonjol dalam kategori sosok yang jujur, bersih, tegas, anti mafia serta memiliki kinerja yang baik di mata publik. Sebagai figur yang kuat di Indonesia Timur maka ia memang sebaiknya berpasangan dengan tokoh yang juga kuat di Indonesia Barat.

Misalnya saja DPW PKB Sulawesi Selatan memaketkan ketua umumnya, Muhaimin Iskandar berpasangan dengan mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (AAS).

Tak sampai disitu, AAS juga dianggap layak bersanding dengan jagoan PDI Perjuangan Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Terbaru, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga diam-diam sudah melirik AAS sebagai bagian dari keterwakilan Indonesia bagian Timur. Disokonglah Ketua Majelis Syuro, Salim Segaf Al Jufri untuk berdampingan dengan AAS.

Ketua Departemen Ekonomi, BWP DPP PKS Koordinator Sulawesi Rusdi Hidayat Jufri menyatakan, perpaduan budaya Timur Barat, dianggap bisa menjadi kolaborasi dan mewakili semangat gotong royong. Sosok Salim Segaf Al-Jufri sangat mewakili eksistensi dari organisasi Islam, baik tradisional maupun yang modern.

Dengan demikian, akan terbangun kemandirian dan profesionalisme jika dipasangkan dengan pengusaha sukses sekaligus pejuang ekonomi dan rakyat, Andi Amran Sulaiman.

Lantas bagaimana tanggapan Amran Sulaiman merespon simulasi tersebut?

Masuk ke kancah politik apalagi tarung di Pilpres belum terbesit di benaknya saat ini. CEO Tiran Group itu hanya ingin fokus kelola bisnis dan berjuang dalam pembenahan ekonomi yang porak-poranda diterpa pandemi Covid-19.

“Saya fokus di bisnis. Bangsa ini lagi mengalami resesi ekonomi, belum sepenuhnya pulih. Saya fokus memperjuangkan ekonomi bagaimana caranya kita bisa bangkit,” tegas Amran saat dijumpai fajar.co.id di Hotel Claro Makassar, Sabtu (6/3/2021),

Amran mengaku tengah mengelola 30 anak perusahaan yang bergerak di berbagai lini usaha yang didirikannya di bawah bendera Tiran Group.

Fokusnya tak ingin terbelah dengan runyamnya perpolitikan nasional. Ribuan tenaga kerja yang bekerja dengannya harus ia jaga dengan penuh tanggung jawab. Apalagi Amran telah berikrar tak ingin melakukan PHK.

“Saya punya 30 perusahaan, ribuan tenaga kerja. Ini harus dijaga dan dikawal dengan baik. Kalau saya tidak fokus, bisa bahaya saya punya karyawan. Karena saya sudah tekankan kepada seluruh direktur jangan sampai ada PHK. Saya tidak mau itu terjadi. Alhamdulillah selama Covid-19 ini kita tidak lakukan PHK. Perusahaan saya pun sampai hari ini aman-aman saja,” paparnya.

Yang pasti kata Amran, ia tak ingin berpikir muluk-muluk pikirkan nyapres. Pemulihan ekonomi dalam negeri adalah prioritasnya.

“Intinya saya ingin berbuat untuk negeri ini lewat pemulihan ekonomi akibat pandemi. Itu dulu. Ekonomi belum baik 100 persen seperti sediakala. Kita anak bangsa harus bahu membahu. Saya fokus ekonomi dan bisnis,” pungkas Amran. (endra/fajar)

Komentar