Jasa Saksi Ahli Belum Dibayar, Anita Kolopaking Digugat Eks Dosen Rp1 M

Sabtu, 6 Maret 2021 09:59

Anita Kolopaking seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung, Jakarta, Senin (27/7). Fot...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pengacara Anita Kolopaking nampaknya masih dirundung persoalan hukum. Setelah divonis 2,5 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur dalam perkara surat jalan palsu Djoko Tjandra, kini perempuan 58 tahun itu diduga telah melakukan wanprestasi atau ingkar janji.

Kasus ini bermula saat Anita menjadi pengurus Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) sekitar tahun 2019 lalu. Saat itu, di dalam tubuh BANI terjadi dualisme. Anita kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga Jakarta karena merasa sebagai pengurus BANI yang sah.

Seiring berjalannya persidangan, Anita kemudian menghadirkan saksi ahli. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) Eddy Damian dipilih oleh Anita sebagai ahli. Kedua belah pihak pun memyepakati nilai upah yang diberikan untuk Eddy yakni Rp 50 juta.

“Dalam perjanjian memakai jasa ahli itu jasanya Rp 50 juta untuk hadir menjadi ahli, dengan DP (down payment, Red) Rp 25 juta, sisanya setelah selesai sidang pemberian keterangan ahli,” kata Kuasa Hukum Eddy, Raden Adnan kepada JawaPos.com, beberapa waktu lalu.

Singkat cerita, Eddy hadir di persidangan sebagai saksi ahli sesuai kesepatan. Namun, setelah tugasnya selesai, Eddy tak kunjung menerima pelunasan pembayaran. Bahkan hingga Majelis Hakim mengetuk palu putusan, pembayaran tak kunjung terjadi.

“Gugatan Anita ini ditolak Pengadilan Niaga. Dengan ahli kan tidak ada perjanjian kalau menang, tapi dia hadir selesai, itu ternyata berjalannya waktu tidak dibayar dari 2019 sampai Juni kemarin. Sudah kita somasi juga tidak diberikan,” imbuh Raden.

Komentar


VIDEO TERKINI