Kisruh Demokrat, PGK: Sikap Diam Presiden Bakal Jadi Catatan Sejarah Buruk Jokowi

Sabtu, 6 Maret 2021 18:26

Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono (Istimewa)

FAJAR.CO.ID — Menyikapi konflik di tubuh Partai Demokrat, Ketua Umum DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Bursah Zarnubi, menilai, Presiden Jokowi perlu bersikap tegas.

Bursah mengatakan, Jokowi perlu mengingatkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, bahwa menjadi Ketua Umum Demokrat melalui kongres luar biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara bisa mengundang pandangan negatif ke Istana.

“Saya kira kalau Presiden Jokowi membiarkan Moeldoko membajak partai yang legal, seperti PD ini, sama saja Jokowi mewarisi pembangunan demokrasi yang buruk,” ujar Bursah dalam keterangannya, Sabtu (6/3/2021).

Bursah juga menyebut, sikap diam presiden tidak baik bagi opini yang kemungkinan terbentuk di tengah masyarakat. Apalagi kemungkinan opini tersebut berkembang menjadi catatan sejarah nantinya.

“Bisa jadi nantinya sejarah akan mencatat, Presiden Jokowi yang terpilih secara demokrasi, justru menghancurkan demokrasi itu sendiri. Apakah Jokowi mau dicatat sejarah seperti itu,” katanya.

Bursah pun menyarankan presiden mempertimbangkan secara matang sikap terbaik yang perlu diambil.

Bagikan berita ini:
10
10
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar