Maut Lebih Dulu Menjemput, Permintaan Ibunda agar Ari Pratama Segera Menikah Tak Kesampaian

Sabtu, 6 Maret 2021 20:02

Iwan (kaus hitam) dan Ari Pratama (baju kemeja) semasa hidup.

Permintaan kepada anaknya itu pun tidak bisa lagi dipenuhi oleh Ari karena telah tiada. Beberapa kali Satria menangis histeris saat mengenang masa hidup anak pertamanya itu.

Cucuran air matanya tak berhenti mengalir saat menunggu jenazah anaknya di RS Bhayangkara, lalu dibawa ke rumah duka di Jalan H Mustafa, Lorong 1, Kelurahan Rapokalling, Kecamatan Tallo.

Jenazah Ari pun telah dimakamkan di Kabupaten Maros. Sementara terduga pelaku AA masih mendekam di balik jeruji besi Polsek Panakkukang. Sejumlah barang bukti diamankan polisi. Salah satunya adalah sebilah pisau dapur yang digunakan AA menikam Ari hingga kehabisan darah dan tewas.

“Motifnya pelaku karena sudah berpacaran tujuh bulan dan satu bulan terakhir ini sudah sulit dihubungi. Dan pelaku ini sudah menyiapkan pisau karena jengkel untuk minta pertanggungjawaban,” jelas Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edhy Supriadi Idrus.

Saat ini, terduga pelaku AS dijerat dengan pasal 338 KUHP Jo 351 ayat 3 ancaman hukuman 15 tahun penjara. (ishak/fajar)

Komentar