Maut Lebih Dulu Menjemput, Permintaan Ibunda agar Ari Pratama Segera Menikah Tak Kesampaian

Sabtu, 6 Maret 2021 20:02

Iwan (kaus hitam) dan Ari Pratama (baju kemeja) semasa hidup.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Selebgram Ari Pratama akhirnya beristirahat dengan tenang di alam kuburnya. Dia dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Maros, Sabtu (6/3/2021) pukul 10.00 WITA pagi tadi.

Namun, jauh hari sebelum ia meninggal karena ditikam oleh kekasihnya, AA (19) di sebuah wisma di Jalan Topaz Raya, Makassar kemarin, rupanya ia dapat permintaan khusus dari ibunya, Satria (51).

Satria pernah bilang ke Ari, dirinya sudah sangat ingin melihat anak pertamanya itu menikah dan segera memiliki seorang cucu. Namun, Ari justru menolak untuk menikah di usianya yang masih muda.

“Saya selalu bilang ke Ari, bawa cewekmu nak karena saya mau sekali punya cucu. Jadi saya kasih kawin. Jadi kalau Adami cewekmu nak, bawa ke rumah,” kata Satria kepada Ari, semasa hidup.

Kepada ibunya itu, Ari mengaku masih ingin menjalani masa lajangnya dan belum berniat menikah dengan AA.

“Tapi dia (Ari) bilang tidak mau. Masih lama. Iye (masih mau lajang),” tambahnya saat berbincang dengan Fajar.co.id.

Satria juga mengaku sama sekali tidak mengenal AA. Ia baru tahu saat anak pertamanya itu tewas di tangan AA di wisma tersebut dengan mengalami puluhan luka tusukan di tubuh Ari.

“Saya tidak kenal itu orang (AA) karena Ari juga tidak pernah bawa ke rumah. Saya tahu pas ini kejadian,” tambah Satria dengan wajah kesal.

Permintaan kepada anaknya itu pun tidak bisa lagi dipenuhi oleh Ari karena telah tiada. Beberapa kali Satria menangis histeris saat mengenang masa hidup anak pertamanya itu.

Cucuran air matanya tak berhenti mengalir saat menunggu jenazah anaknya di RS Bhayangkara, lalu dibawa ke rumah duka di Jalan H Mustafa, Lorong 1, Kelurahan Rapokalling, Kecamatan Tallo.

Jenazah Ari pun telah dimakamkan di Kabupaten Maros. Sementara terduga pelaku AA masih mendekam di balik jeruji besi Polsek Panakkukang. Sejumlah barang bukti diamankan polisi. Salah satunya adalah sebilah pisau dapur yang digunakan AA menikam Ari hingga kehabisan darah dan tewas.

“Motifnya pelaku karena sudah berpacaran tujuh bulan dan satu bulan terakhir ini sudah sulit dihubungi. Dan pelaku ini sudah menyiapkan pisau karena jengkel untuk minta pertanggungjawaban,” jelas Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edhy Supriadi Idrus.

Saat ini, terduga pelaku AS dijerat dengan pasal 338 KUHP Jo 351 ayat 3 ancaman hukuman 15 tahun penjara. (ishak/fajar)

Komentar