Moeldoko jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Pengamat Sebut Kasar dan Rusak Demokrasi

Sabtu, 6 Maret 2021 13:50

Moeldoko. (Ricardo/JPNN.com)

Sementara, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan dengan terpilihnya Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang adalah tragedi demokrasi. Karena orang yang berada di dalam pemerintahan bisa mengambil partai milik orang lain dengan cara ilegal.

“Ini tragedi demokrasi, kejadian yang sangat disayangkan. Orang yang punya jabatan, punya kekuasaan, mengambil alih kekuasaan dengan cara-cara yang terlarang. Jadi ini persoalan moralitas pejabat-pejabat tinggi negara kita,” katanya.

Ujang mengatakan tidak tertutup kemungkinan di kemudian hari akan terjadi juga kasus serupa di partai politik lain. Karena dengan seenaknya saja orang yang berada di dalam kekuasaan mengambil alih partai lain.

“Nanti kemudian dengan menjadi pejabat negara akan mencaplok partai lain dengan cara sengaja. Ini sesungguhnya melukai dan mencederai demokrasi yang sedang dibangun,” katanya.

Ujang sendiri menduga Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) akan mengesahkan kepengurusan Partai Demokrat di bawah komando Moeldoko. Menurut Ujang, Moeldoko tidak mungkin akan senekat ini melakukan pengambil alihan Partai Demokrat tanpa adanya jaminan dari Kemenkumham.

“Kalau Moeldoko tidak punya jaminan untuk disahkan di Kemenkumham, ngapain dia melakukan kudeta,” tegasnya.

Keyakinan Ujang, Kemenkumham bakal mengesahkan kepengurusan Moeldoko lantaran sudah ada contohnya di Partai Berkarya. Di mana kubu Muchdi PR menyelenggarakan kongres yang tidak berdasarkan AD/ART namun tetap disahkan. Sehingga kubu Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto harus gigit jari.

Bagikan:

Komentar