Uang Sitaan Dugaan Korupsi di Sulsel Disebut-sebut untuk Bangun Masjid, KPK Tegaskan Ini

Sabtu, 6 Maret 2021 21:15

Suasana Kantor KPK. (Taufik/fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penetapan tiga orang tersangka oleh KPK dalam dugaan kasus korupsi proyek infrastruktur tahun anggaran 2020-2021 di Sulsel masih didalami penyidik.

Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah (NA), yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini menyebut bahwa uang hasil sitaan tim KPK beberapa waktu lalu, adalah uang untuk pembangunan masjid.

Menanggapi hal itu, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, menganggap, pernyataan itu merupakan hak bagi mereka untuk melakukan pembelaan diri ke publik sebelum dibuktikan di meja persidangan kelak.

“Bantahan adalah hak tersangka dan kami sekali lagi tegaskan, sejak awal perkara ini naik ke tahap Penyidikan tentu telah ada dua bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan NA, AS, dan ER sebagai tersangka,” katanya kepada fajar.co.id, Sabtu (6/3/2021).

Tak hanya itu, NA membantah dirinya terlibat suap pembangunan infrastruktur seperti yang disangkakan oleh lembaga antirasuah ini. NA bahkan berani mengucap sumpah atas nama Tuhan.

“Ternyata Edy itu melakukan transaksi tanpa sepengetahuan saya. Sama sekali tidak tahu, demi Allah demi Allah,” tegas NA di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021) dini hari sebelum memasuki mobil tahanan KPK beberapa waktu lalu. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
6
8
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar