Inilah Lelaki Misterius yang Sempat Bertemu di kamar dengan Terduga Pelaku Pembunuhan Selebgram di Wisma

Minggu, 7 Maret 2021 17:54

Ersa Sapri saat keluar dari kamarnya

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Namanya Ersa Sapri, 18 tahun. Dia mengaku menjadi saksi mata saat peristiwa penikaman berujung pembunuhan terhadap Ari Pratama terjadi di sebuah wisma di Jalan Topaz Raya, Makassar.

Dia juga sempat terekam kamera CCTV saat keluar dari kamar 210 lantai 2, yang juga sebagai tempat AA bersembunyi usai menikam Ari di kamar 214, pada Jumat (5/3/2021) pukul 05.00 WITA lalu.

Di kamar 210 yang menjadi tempatnya menginap dengan istrinya itu, Ersa sempat satu kamar dengan AA. Namun itu hanya berselang 17 detik saja.

Ersa menjelaskan, awalnya AA tiba-tiba masuk ke kamarnya tanpa permisi dan meminta tolong kepada dirinya untuk bersembunyi. Ia sama sekali tak tahu atau pun menaruh rasa curiga kepada AA yang baru saja menikam Ari.

“Dia (AA) tiba-tiba masuk ke kamar saya untuk minta tolong mau sembunyi. Jadi saya persilakan. Lalu saya keluar dari kamar karena memang saat itu saya memang mau keluar,” kata Ersa, Minggu (7/3/2021).

Ersa pun mempersilakan AA bersembunyi di kamarnya di bagian kamar mandi. Setelah itu, Ersa pun keluar dari kamarnya menggunakan jaket jenis hoddie, celana pendek, dan sendal jepit dan terekam CCTV.

Saat Ersa keluar dari kamarnya, ia kaget saat melihat banyak darah yang berceceran di lantai. Dia pun mengikuti arah ceceran darah itu sampai ke meja resepsionis di lantai 1.

Namun di rekaman CCTV, tampak Ersa mengaku tak tahu dengan perempuan bertopi yang mengikutinya di belakang keluar dari wisma.

Namun saat ia berada di luar wisma, ia melihat banyak ceceran darah. Saat ia keluar lagi ke teras wisma itu, Ersa pun kaget. Ternyata ceceran darah itu milik Ari Pratama.

Di situ Ersa sadar, ternyata wanita yang sempat minta tolong untuk bersembunyi di kamarnya itu adalah pelakunya. Ersa juga sempat berusaha ingin menolong Ari yang sudah kehilangan banyak darah.

“Korban Ari sempat minta tolong untuk duduki dadanya agar darahnya berhenti keluar. Tapi saya tidak bisa,” tambahnya saat berbincang dengan Fajar.co.id.

Ersa yang juga sebagai pengunjung wisma, tak bisa memenuhi permintaan Ari. Ia memilih memanggil aparat kepolisian untuk dibawa ke RS Bhayangkara. Sayang di tengah perjalanan, Ari kehabisan darah dan meninggal dunia.

Sementara di wisma tadi, sudah ada aparat kepolisian yang datang. Dan pada saat itu, Ersa pun memberitahukan kepada polisi bahwa pelakunya sedang bersembunyi di kamarnya tadi.

“Saya baru sadar juga saat lihat di CCTV, dia (AA) membawa sebilah pisau yang diselipkan di belakangnya. Saya juga tidak kenal dengan AA. Saya menginap di wisma ini sudah tiga pekan. Sementara pelaku ini pengunjung baru,” jelasnya.

Hingga pada pukul 08.00 WITA, AA pun ditangkap saat bersembunyi di kamar mandi dan langsung dibawa ke posko Resmob Panakkukang untuk interogasi.

Belum ada konfirmasi dari aparat kepolisian tentang pernyataan Ersa yang sempat beberapa detik bertemu dengan AA di kamarnya untuk bersembunyi.

Kini wisma tersebut masih dipasangi garis pembatas oleh aparat kepolisian. Ceceran darah milik Ari pun masih ada di ruang tamu wisma tersebut. (Ishak/fajar)

Ersa Sapri saat keluar dari kamarnya

Bagikan berita ini:
4
8
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar