Sebut Bioskop Lebih Aman Dibanding Tempat Lainnya, BPI: Framing Negatif Terlalu Berlebihan

Minggu, 7 Maret 2021 15:35

Ilustrasi bioskop. (Dok Antara)

FAJAR.CO.ID — Pandemi Covid-19 memukul industri hiburan, khususnya dunia perfilman Tanah Air. Meskipun bioskop sudah beroperasi dengan maksimal 50 persen dari total kapasitas penonton, nyatanya banyak orang masih takut kembali ke bioskop untuk nonton film favorit mereka.

Badan Perfilman Indonesia (BPI) menilai bioskop jadi sepi penonton karena adanya framing seolah-olah bioskop tidak aman bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Padahal nyatanya, tingkat keamanan bioskop lebih tinggi dibandingkan dengan tempat keramaian lain.

“Kita butuh tone yang positif bahwa bioskop tidak seberbahaya restoran. Karena, di bioskop kan menjaga jarak, terus tidak ada yang ngobrol. Bahkan lokasi bioskop menggunakan semprot secara rutin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Wakil Ketua Umum BPI Dewi Umaya kepada JawaPos.com (grup FAJAR).

Dewi mengambil contoh pada kasus bioskop di Pontianak yang sempat ada kasus Covid-19. Padahal, belum tentu mereka terkena virus corona di dalam bioskop. “Kalau itu dianggap sebagai klaster bioskop itu saya kira terlalu berlebihan. Berita yang beredar terlalu menakut-nakuti,” ucapnya.

Framing negatif inilah yang melatarbelakangi insan perfilman Tanah Air mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi beberapa hari lalu. Mereka ingin meluruskan informasi yang secara tidak langsung semakin membuat industri perfilman semakin terpuruk.

Kendati surat terbuka tersebut mengatasnamakan BPI dan beberapa lembaga lain, sejatinya gerakan itu diinisiasi oleh para sineas film. ”BPI itu induknya. Jadi kita yang memayungi, tapi inisiatifnya dari insan perfilman,” paparnya.

Komentar


VIDEO TERKINI