Sebut Bioskop Lebih Aman Dibanding Tempat Lainnya, BPI: Framing Negatif Terlalu Berlebihan

Minggu, 7 Maret 2021 15:35

Ilustrasi bioskop. (Dok Antara)

Menurutnya, dunia perfilman Tanah Air mengalami beberapa permasalahan lain. Di samping kuota hanya 50 persen dari total kapasitas bioskop, biaya produksi semakin membengkak karena harus dibebani biaya protokol kesehatan seperti tes swab secara rutin. Hal itu diakui cukup memberatkan di tengah situasi tidak normal seperti sekarang.

“Di masa pandemi ini ada kenaikan budget ada untuk protokol kesehatan. Itu kerugian yang juga dihadapi oleh produser. Kalau bisa ditanggung ya biaya protokol kesehatan ditanggung, karena di Belanda sendiri protokol kesehatan yang menyangkut perfilman itu ditanggung oleh pemerintahan Belanda,” ungkapnya.

Selain itu, BPI juga meminta pemerintah turun tangan menangani secara serius mengenai permasalahan pembajakan. Karena masalah ini semakin justru memperburuk industri perfilman di tengah masa sulit. “Pajak penonton juga membebani,” ujarnya.

Dalam waktu dekat BPI akan menggelar Rakornas yang mempertemukan produser, pemilik bioskop, pemilik OTT dan para sineas. Pertemuan tersebut akan membicarakan secara serius terkait sejumlah permasalahan seputar industri perfilman tanah air. Acara akan dilaksanakan pada 21 sampai 26 Maret di Jakarta.

“Mengenai tempatnya masih kita diskusikan lebih lanjut,” tandas Dewi. (jpg)

Komentar