77 Proyek Strategis Nasional di Gerbangkertosusila, Ini Pesan Khofifah Indar Parawansa

Senin, 8 Maret 2021 12:23

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Foto: Aristo Setiawan/jpnn

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Perpres 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan (Gerbangkertosusila), Bromo–Tengger–Semeru (BTS), serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan mulai direalisasikan.

Di Gerbangkertosusila, tercatat sebanyak 77 proyek strategis nasional bakal digarap.

Proyek itu beragam. Antara lain, transportasi publik, jalan tol, wisata sejarah, hingga pembangunan pengelolaan limbah B3.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, rencana realisasi proyek tersebut telah dimatangkan. Program management office (PMO) sudah terbentuk. ”Karena itu, kepala daerah di wilayah Gerbangkertosusila diminta aktif. Sebab, realisasi proyek strategis nasional itu butuh peran para kepala daerah,” katanya.

Dia menjelaskan, sebagian besar proyek strategis nasional di wilayah Gerbangkertosusila berkonsep kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Contohnya adalah Surabaya railways line. Nilai investasinya mencapai Rp 8,3 triliun. Moda transportasi tersebut menghubungkan semua daerah di wilayah Gerbangkertosusila.

Di Mojokerto, ada rencana pembangunan jalan tol Mojokerto–Gempol. Konsepnya juga KPBU. Nilai investasinya mencapai Rp 4,8 triliun. Lalu, ada proyek wisata sejarah Trowulan dan Perahu Majapahit. Nilainya mencapai Rp 55 miliar lewat APBN. Ada juga pembangunan pengolahan limbah B3 yang berkonsep KPBU dengan nilai investasi Rp 250 miliar.

Khofifah menambahkan, proyek-proyek tersebut bisa bergulir jika para kepala daerah aktif. ”Karena itu, kolaborasi dan komunikasi antardaerah sangat dibutuhkan. Dengan begitu, realisasi proyek bisa sesuai perencanaan,” katanya.

Komentar


VIDEO TERKINI