Andi Arief Bicara Perbedaan Moeldoko dan Pensiunan Jenderal Lainnya di Partai Politik

Senin, 8 Maret 2021 21:32

Moeldoko

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sejumlah elite militer ataupun pensiunan tentara yang memilih terjun ke dunia politik. Mulai dari mendirikan partai hingga menduduki posisi ketua umum bukanlah hal lazim di negeri ini.

Sebut saja Edy Sudrajat, Sutiyoso, Wiranto, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Haris Sudarno, Luhut Panjaitan hingga Hendropriyono.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief mengatakan, para elite militer ini menjadi saksi para jenderal yang merasakan peralihan masa diktator Orde baru ke Demokrasi dengan membangun partai saat era multi partai jadi pilihan.

Menurut Andi, hal itulah jalan mereka percaya dan adaptif akan situasi politik yang terus berkembang di negeri ini.

“Ideologisasi TNI yang dominan nasionalis dan keinginan kuat keluar dari kanalisasi wadah Jalur A yang menopang kekuatan Golkar 32 tahun dorong lahirnya partai yang dibangun sendiri. Diantara para jenderal ini miliki pemahaman dan kesimpulan berbeda tentang masa depan Indonesia,” cuit Andi Arief di laman Twitter pribadinya, Senin (8/3/2021).

Ia memaparkan, TNI selalu berada dalam posisi yang tepat bersama rakyat. Hilangnya doktrin dwi fungsi ABRI dan tuntutan tentara melindungi masyarakat dan menjaga negara mengubah wajah TNI drastis. Tuntutan TNI tak berpolitik diikuti dengan lahirnya figur TNI yang popularitas tak sekuat era Orba.

Baginya, itu takdir sejarah yang tepat. 15 tahun terakhir lahir dua generasi berbeda jalan, populisme Jenderal Gatot Nurmantyo dan tak terduga lahir dari pangkat mayor AHY. Jenderal Gatot bahkan jadi figur populisme yang percaya people power seperti di latin Amerika

Komentar


VIDEO TERKINI